Tryout.id

Ketika Pak Harto Naik Haji

20 Agu 2021  |  338x | Ditulis oleh : Kak Edi
Ketika Pak Harto Naik Haji

Tahun 1991, Pak Harto dan beberapa anggota keluarganya berangkat ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji atau Naik haji. Tentu saja ini tidak lazim. Empat tahun sebelumnya, tahun 1987, dia mengeluarkan buku Butir-butir Budaya Jawa. Buku ini dicetak dalam tiga bahasa: Jawa, Indonesia, dan Inggris. Buku ini sebagai penanda bahwa Pak Harto sesungguhnya bukanlah seorang Islam yang saleh. Dia masih begitu kental dengan dunia mistis Jawa. Menarik kemudian menghubungkan kepergiannya ke Makkah dengan peristiwa yang melatarbelakanginya.

Butir-butir Budaya Jawa itu ditulis oleh seorang “bapak” kepada “anak-anaknya”. Daniel Dhakidae (2003) mencatat buku ini boleh dikatakan sebagai ajaran Pak Harto dan terutama moral politik Orde Baru dan moral politik Pak Harto sendiri.

Segera setelah buku itu disebarkan ke seantero Nusantara, maka kita kemudian menyaksikan berlomba-lombanya para aparat negara meniru aksen Jawa Pak Harto , sehingga di satu tempat di Tapanuli kita mendengar sang pejabat berkata, “Mari kita entasken kemiskinan.”

Bagi Dhakidae hal ini bisa diterjemahkan sebagai perwujudan suatu ethno-nasionalisme Jawa dan juga penyebaran kebudayaan Jawa sehingga kemudian kita lihat keseiringan jalan antara suatu perkembangan kapital yang diterjemahkan dalam bidang birokrasi dan kebudayaan birokrasi sipil dan militer.

Tentu saja kita tidak serta-merta menganggap Pak Harto sudah meninggalkan kekagumannya pada mistisisme Jawa. Atau kita mengatakan bahwa dia bertambah saleh tahun lepas tahun. Namun, kita bisa mengatakan bahwa ada hal-hal yang mendasari tindakannya tersebut. Dengan demikian, pertanyaan kita kemudian: apa yang menyebabkan perubahan orientasi keagamaan Pak Harto dan dampak islamisasi masyarakat dan ruang publik Indonesia di tahun-tahun terakhir masa jabatannya?

Pak Harto adalah murid sejati Snouck Hurgronje. Salah satu “temuan” Snouck yang lalu disampaikannya kepada Belanda menyangkut tentang masyarakat Aceh adalah tentang pembedaan dua jenis Islam: Islam agama dan Islam politik. Snouck mengatakan, “Berikan kebebasan sebesar-besarnya kepada Islam agama dan agama Islam. Jangan menghalangi mereka yang akan beribadah ke tanah suci. Akan tetapi jangan memberikan ampun sekali-kali bilamana ketahuan bahwa itulah Islam politik dengan memangkasnya langsung ketika baru mekar”.

Sebelum tahun 80-an, Pak Harto melarang penggunaan jilbab pada semua level sekolah. Tidak ada halangan apa pun bagi Pak Harto untuk bertindak keras terhadap semua pelanggaran atas larangan itu. Pak Harto di tahun-tahun itu juga tidak memandang agama Islam, Islam agama dan Islam politik, sebagai sekutu yang mesti diajak bersama membangun bangsa.

Pak Harto sudah membangun pondasi yang sangat kuat bagi dirinya sendiri untuk bertindak “membangun” bangsa. Salah satunya adalah membuka keran investasi modal asing selebar-lebarnya segera setelah Sukarno berhasil disingkirkan. Salah satunya yang lain adalah penyebaran teror mahadahsyat dengan mengkambinghitamkan komunis sehingga siapa pun yang tidak segendang sepenarian dengannya akan dicap komunis lalu dengan begitu yang dicap itu kemudian “berhak” untuk dikirim ke liang kubur.

Berbeda dengan Sukarno yang di sisi kirinya berdiri partai-partai kiri sebagai pendukungnya, dan di sisi kanannya tentara sebagai pihak yang selalu mengusiknya dalam keterusterangan dan kesembunyian, Pak Harto tidak menyediakan sedikit tempat pun di sebelah kirinya untuk diisi oleh barisan oposisi. Dia hanya menyediakan kursi empuk di sisi kanannya untuk menikmati seluruh kekayaan Indonesia: keluarga dan kerabat-kerabatnya, militer, dan pengusaha Cina.

Sementara itu, Islam tidak dimasukkan dalam barisan. Hubungan yang terjalin di antara mereka adalah hubungan patron-klien: Pak Harto sebagai patronnya dan kerabat, militer, dan pengusaha sebagai kliennya.

Indonesia mengalami booming minyak 1970-an. Penguasa Pertamina saat itu adalah seorang perwira tinggi militer, Ibnu Sutowo. Laba penjualan minyak tidaklah mengalir ke kas negara karena menurut Harold Crouch, sumber dana terpenting bagi Angkatan Darat pada tahap awal Orde Baru adalah Pertamina.

Lebih lanjut Crouch menulis, Pertamina difungsikan oleh Angkatan Darat tidak hanya untuk dana operasional militer tetapi menjadi ajang bagi para perwira untuk memperkaya diri mereka sendiri. Sehingga ketika tahun 1975 Pertamina terkuak kebobrokannya dengan tidak mampu membayar kembali utang jangka pendeknya ke luar negeri berjumlah sekitar 1,5 miliar dolar, otonomi Ibnu Sutowo dalam mengelola Pertamina benar-benar roboh.

Peristiwa ini kemudian membuat beberapa perwira tinggi pensiunan angkatan darat melakukan kritik keras kepada Pak Harto , yang dikenal sebagai Petisi 50. Mereka mengkritik aksi korupsi massal di pemerintahan Pak Harto yang menganggap dirinya sebagai perwujudan Pancasila itu sendiri. Namun, kritik ini tidaklah serta-merta sebatas kritik. Ada sesuatu di belakang itu yang membuat beberapa jenderal pengkritik itu dengan segera bisa dihentikan oleh Pak Harto .

David Jenkins (2010) mencatat, para pengkritik itu, dengan mengecualikan beberapa nama di antara mereka, sesungguhnya barisan sakit hati karena tidak bisa lagi menikmati kejayaan seperti saat mereka menjabat. Terbukti kemudian ketika mereka ditawari satu posisi dengan sendirinya mereka diam melancarkan kritik.

Pak Harto yang menganggap selama ini masih didukung oleh kolega-koleganya sedang mendapat oposisi kekuasaan. Harga minyak dunia sudah turun. Dengan demikian Pak Harto kehilangan satu konsep yang dia gunakan selama ini: negara mampu melayani dirinya sendiri. Inilah kemudian yang membuat dia berpaling ke pihak yang selama ini dimusuhinya: Islam.

Dalam konteks inilah kita bisa membaca keberangkatan Pak Harto ke Makkah tahun 1991. Dia kemudian mencitrakan dirinya religius sehingga dengan demikian dia dipandang tidak seorang yang otoriter. Dia kemudian berdamai dengan NU dan mengizinkan intelektual-intelektual muslim mendirikan ICMI. Anak sekolah juga kemudian diizinkan memakai jilbab. Artinya, keberangkatan Pak Harto ke Makkah tidaklah didasari oleh kesalehan, namun ada faktor keterdesakkan yang dalam beberapa titik berbaur, bahkan melampaui kepentingan politik dan ekonomi.

Sumber: kumparan  (hajinews)

Baca Juga:
Ragam Penyebab Tenggorokan Gatal

Ragam Penyebab Tenggorokan Gatal

Kesehatan      

8 Jun 2021 | 190 Kak Edi


Apakah kamu pernah merasakan tenggorokan terasa sangat gatal? Tentu saja hal itu sangat mengganggu dan sering terjadi kepada siapa saja, apalagi kalau memang sedang flu atau punya alergi ...

Tanda-Tanda Imun Tubuh Anda Mulai Melemah dan Cara Meningkatkannya

Tanda-Tanda Imun Tubuh Anda Mulai Melemah dan Cara Meningkatkannya

Tips      

26 Agu 2021 | 201 Kak Edi


Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh memiliki fungsi sangat sentral dalam pertahanan tubuh manusia. Sistem imun yang kuat dan sehat mampu membedakan antara diri sendiri ...

Begini Cara Menemukan Rumah Sakit Terdekat Lewat Halodoc

Begini Cara Menemukan Rumah Sakit Terdekat Lewat Halodoc

Kesehatan      

29 Mei 2020 | 566 Kak Edi


Saat sakit, setiap orang ingin segera mendapatkan perawatan terbaik dengan datang ke instansi kesehatan terdekat, terutama rumah sakit. Akan tetapi, menemukan rumah sakit bukan perkara yang ...

Polri Tidak Pernah Menindaklanjuti Aduan Masyarakat ke Permadi Arya, Edi Kuntadhi, Denny Siregar dan Ade Armando

Polri Tidak Pernah Menindaklanjuti Aduan Masyarakat ke Permadi Arya, Edi Kuntadhi, Denny Siregar dan Ade Armando

Nasional      

2 Jun 2021 | 4820 Kak Edi


Dari hasil pengamatan dari banyak aduan masyarakat terhadap ke tiga orang: Permadi Arya, Edi Kuntadhi, dan Ade Armando, Polri selalu membebaskan tanpa ada tindak lanjut, walaupun mereka ...

Mirip Dengan Dimas Ahmad, Raffi Tumbuhkan Janggut untuk Terlihat Beda

Mirip Dengan Dimas Ahmad, Raffi Tumbuhkan Janggut untuk Terlihat Beda

Nasional      

15 Nov 2020 | 519 Kak Min


Aghil - Beberapa waktu yang lalu, warganet dikejutkan dengan seorang penjual bakso ikan yang disebut-sebut mirip dengan Raffi Ahmad. Video tersebut akhirnya viral dan terdengar hingga ke ...

Ini Waktu Makan Terbaik Saat Kamu Lagi Diet. Wajib Tahu!

Ini Waktu Makan Terbaik Saat Kamu Lagi Diet. Wajib Tahu!

Tips      

16 Okt 2020 | 541 Kak Min


Aghil -  Saat tengah melakukan diet, tentu salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pola makan. Jika tidak diatur dengan baik, maka proses diet takkan berjalan dengan baik. Oleh ...