Pengobatan alternatif bekam semakin meramaikan dunis kesehatan akhir-akhir ini. Ternyata bukan hanya di Indonesia tetapi juga sudah sampai ke luar negeri sudah melakukan terapi bekam ini. Apa sih bekam itu? Bekan adalah teknik terapi di mana kulit seseorang di sedot dengan alat khusus yang fungsinya adalah untuk mengatasi segala macam masalah kesehatan. Bekam biasanya menggunakan mangkuk atau gelas yang terbuat dari melamin hingga sampai media khusus tersendiri yang ada kekuatan sedotannya dengan alat vakum.
Bekam sendiri sudah ada sejak jaman dulu, metode pengobatan bekam sudah ada juga sejak jaman Rosulullah. Bekam dapat dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit, contohnya membuang racun, angin, dan kolesterol, melancarkan peredaran darah, mengatasi demam, mengatasi kelelahan, meredakan nyeri dan keluhan berbagai rasa sakit. Bekam juga dipercaya dapat memperbaiki beberapa sistem tubuh.
Bekam biasanya dilakukan dalam dua metode yaitu, bekam basah dan bekam kering. Bekam kering dilakukan hanya dipijat kemudian langsung dilakukan pembekaman, sedangkan bekam basah itu dilakukan penusukan dengan menggunakan jarum sampai mengeluarkan darah. Itu juga tergantung dari permintaan dan kondisi pasien. Jika yang takut jarum tentu hanya mau dibekam kering saja.
Dalam catatan sejah mesir kuno yang ditemukan dalam catatan manuskrip papyrus berusia 1550 SM, ternyata metode pengobatan bekam ini sudah pernah dibahas. Teknik bekam ini adalah merupakan dalam sebuah catatan medis kedokteran tertua di dunia ternyata, yaitu Ebers Papyrus, yang ditulis Curtis N, J (2005) dalam sebuah artikel yang diberi judul “ Management of Urinary tract Infections”. Metode pengobatan bekam ini menurut banyak orang mengatakan bahwa bekam rasanya luar biasa enak dan tidak merasakan sakit sedikitpun.
Terapi bekam menunjukkan bahwa bekam ini melindungi dan sekaligus menguatkan unsure-unsur sistem kekebalan tubuh. Bekam juga dapat membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi dengan tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh. Satu hal lagi yang membuktikan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan pada alat bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pembentukan sel-sel muda yang baru.
Bekam memang sangat bermanfaat sekali karena orang yang melakukan pengobatan dengan cara di bekam akan dirangsang pada titik saraf tubuh seperti halnya pengobatan pada akupuntur. Tapi bedanya terapi bekam dengan akupuntur adalah pada saat dilakukan tusuk jarum, itu reaksinya yang dihasilkan hanya sebatas untuk perangsangan, sedangkan pada tusuk bekam selain untuk perangsangan juga terjadi proses darah yang keluar.
Semoga saja dengan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, juga diharapkan di masa yang akan datang akan lebih banyak lagi penelitian yang meliputi terapi alternative yang murah meriah, sehingga masyarakat yang kurang mampu bisa mengikuti terapi yang hasilnya memuaskan sebagai alternative berobat dengan cara medis yang tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit, iya kalau seseorang itu memiliki kartu sehat dari pemerintah atau kartu bpjs yang harus bayar iuran tiap bulan mungkin bisa meringankan juga, kalau yang tidak memiliki kartu sama sekali kan kasihan, mau berobat saja susah apalagi buat makan, di tengah kemelut covid-19 ini banyak orang yang kehilangan pekerjaan, jadi berobat dengan cara alternatif yang biasanya murah itu sangat dibutuhkan.
