Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Mengenal Kurikulum Merdeka Belajar, Tidak Menganut Sistem Tidak Naik Kelas?

Mengenal Kurikulum Merdeka Belajar, Tidak Menganut Sistem Tidak Naik Kelas?

admrozi
admrozi
calendar_today
schedule 3 min read

Kurikulum merdeka belajar menjadi salah satu kurikulum yang dianut semua pendidikan formal di Indonesia, Kurikulum ini merupakan jenis kurikulum hasil update dari kurikulum kurtilas dimana kurikulum merdeka belajar ini cenderung lebih mengembangkan potensi dan karakter peserta didik secara optimal, lantas apakah dalam kurikulum ini masih berlaku siswa yang tidak naik kelas? Bagaimana cara menyikapinya jika memang ada siswa yang kurang dari standar yang ditetapkan oleh sekolah? Dalam Artikel ini kami akan membahas dengan detail tentang kurikulum merdeka belajar dan sistem yang katanya tidak menganut sistem siswa tidak naik kelas.

Benarkah Tidak ada Istilah Tidak Naik Kelas di Kurikulum Merdeka Belajar?

Pada dasarnya, Kurikulum Merdeka Belajar tidak menganut sistem "tidak naik kelas" seperti pada kurikulum sebelumnya. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Kurikulum Merdeka Belajar, yaitu untuk mengembangkan potensi dan karakter setiap peserta didik secara optimal. 

Dalam kurikulum merdeka belajar ada beberapa sistem penilaian dalam kelas, yaitu yang berfokus pada pencapaian pembelajaran secara individual pada peserta didik. Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil tes tapi dari berbagai pertimbangan dari berbagai aspek seperti sikap, perilaku dan partisipasi dalam pembelajaran. 

Kenaikan kelas pada Kurikulum Merdeka Belajar ditentukan berdasarkan pencapaian Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan. CP merupakan serangkaian kompetensi yang harus dikuasai peserta didik dalam setiap fase pembelajaran.

Ketentuan Kenaikan Kelas dalam Kurikulum Merdeka Belajar

Dalam kurikulum merdeka belajar memang tidak ada yang namanya siswa tidak akan naik kelas tapi bukan berarti siswa bisa seenaknya belajar asal dan asal lulus, tidak seperti itu ferguso. Peserta didik harus tetap mencapai CP yang ditetapkan. Adapun ketentuan kenaikan kelas dalam kurikulum merdeka belajar adalah dilihat dari tiga aspek berikut seperti : 

Peserta didik yang telah mencapai semua CP pada fase pembelajarannya akan naik ke fase berikutnya

Peserta didik yang belum mencapai semua CP pada fase pembelajarannya akan mendapatkan pembelajaran tambahan dan pendampingan untuk mencapai CP yang belum terpenuhi.

Peserta didik yang masih mengalami kesulitan setelah mendapatkan pembelajaran tambahan dan pendampingan, akan didorong untuk mengikuti pembelajaran di fase yang sama dengan catatan-catatan untuk menuntaskan capaian pembelajaran yang belum terpenuhi.

Dari sini sudah sangat jelas bahwa dalam kurikulum merdeka belajar, siswa harus tetap mencapai CP yang sudah ditentukan, karena jika mereka tidak memenuhi atau tidak mencapai CP yang sudah ditetapkan maka mereka akan mendapatkan pembelajaran tambahan yang bisa dibilang itu merepotkan diri anda sendiri sebagai siswa. Karena ketika siswa lain sudah merasakan nikmatnya liburan sekolah kamu masih harus belajar untuk mencapai CP yang belum terpenuhi, dan secara umum beberapa sekolah memberikan pembelajaran dan pendampingan dalam pembelajaran untuk mencapai CP adalah di waktu libur atau waktu weekend.

Kesimpulan Meskipun Tidak ada Sistem Tinggal Kelas tapi Tetap Siswa Harus Berusaha Mencapai CP

Meskipun tidak ada sistem "tidak naik kelas" dalam Kurikulum Merdeka Belajar, bukan berarti peserta didik tidak perlu berusaha untuk mencapai CP yang ditetapkan. Peserta didik tetap harus belajar dengan giat dan mengikuti pembelajaran dengan maksimal untuk mencapai potensi terbaiknya. Karena itulah, meskipun dalam kurikulum mereka lebih memanusiakan manusia terutama bagi para peserta didik, tapi tetap saja motivasi para peserta didik harus tetap ditingkatkan salah satunya dengan sistem pencapaian CP.

Ketika siswa atau peserta didik tidak mencapai CP yang sudah ditetapkan, merek sendiri yang akan kerepotan. Disaat yang lain sudah liburan atau mereka sudah mengejar pelajaran yang lain mereka yang belum mencapai CP masih sibuk untuk mencapai CP yang belum terpenuhi.