Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Apa yang Membuatmu Bertahan, Meski Setiap Hari Kamu Hampir Menyerah

Apa yang Membuatmu Bertahan, Meski Setiap Hari Kamu Hampir Menyerah

Editor
Editor
calendar_today
schedule 3 min read

Beberapa orang ada yang hidup bukan karena mereka bahagia. Bukan juga karena mereka kuat. Mereka bertahan hanya karena pagi terus datang dan tubuh mereka terlalu terbiasa untuk berhenti.

Mereka bangun dengan mata sembab yang disamarkan air wudhu, kopi pahit atau senyum tips di depan orang rumah. Mereka berjalan seperti biasa, bekerja seperti biasa, menjawab pesan seperti biasa.

Padahal di dalam dirinya, ada sesuatu yang sudah lama runtuh dan belum sempat dibangun kembali.

Kadang dunia jarang peduli pada orang yang diam-diam hancur.

Selama kamu masih bisa tertawa sedikit, masih bisa datang tepat waktu, masih bisa berkata “aku baik-baik saja”, orang lain menganggap semuanya aman.

Padahal ada malam-malam ketika dadamu terasa sesak hanya karena harus menghadapi dari esok lagi.

Ada lelah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata

Tapi lihatlah, kamu masih di sini

Masih bertahan

Masih mencoba

Meski nyaris menyerah setiap hari

Mungkin kamu sendiri bingung, apa sebenarnya yang membuatmu tetap hidup sejuah ini. Kadang jawabannya sederhana sekali.

Karena masih ada ibu yang menunggu pulang

Karena masih ada anak kecil yang memanggil dengan mata penuh percaya

Karena masih ada kebutuhan yang harus diselesaikan

Karena memang ajal belum datang

Betapa romantisnya kehidupan ini, kita dipaksa kuat oleh kebutuhan.

Atau mungkin karena ada janji kecil yang pernah kamu buat diam-diam pada dirimu sendiri.

“Aku cuma ingin bertahan sedikit lagi.”

Sedikit lagi

Lalu sedikit lagi

Dan tanpa sadar, kamu sudah melewati begitu banyak hari yang dulu kamu kira tidak akan sanggup dihadapi. Ada orang yang bertahan iman karena percaya setelah semua ini selesai, tuhan tidak mungkin menutup mata terhadap luka yang dipikul sendirian setiap malam.

Ada juga yang bertahan karena cinya. Meski cintanya tak selalu hadir dalam bentuk pelukan. Kadang ia hanya berupa pesan singkat yang datang di waktu yang tepay. Kadang hanya suara seseorang yang berkata, “jangan pergi dulu.”

Dan sering kali, kita bertahan karena hal-hel kecil yang tampak sepele.

Langit sore

Lagu lama

Aroma hujan

Kucing yang tidur di teras rumah atau secangkir kopi hangat yang menemani sunyi tanpa banyak tanya

Karena ketika hidup terasa terlalu berat hal-hal kecil itulah yang diam-diam menyelamatkan kita dari teggelam sepenuhnya.

Meski begitu, bertahan tetap melelahkan. tidak semua orang kuat dan sanggup berkata jujur tentang lelahnya.

Ada yang sudah terlalu lama menjadi tempat bersandar bagi orang lain sampai lupa cara meminta tolong

Ada yang terus terlihat tenang karena takut dinggap merepotkan jika menunjukkan luka

Padahal manusia bukan batu

Hari bisa retak eski tidak bersuara

Dan orang yang paling sering berkata “tidak apa-apa” biasanya sedang memikul sesuatu yang tidak sanggup ia ceritakan.

Jika hari ini kamu masih bertahan, meski hidup terasa berat dan dunia berkali-kali membuatmu ingin menyerah, mungkin itu bukan karena kamu lemah yang takut berhenti.

Mungkin justru karena ada bagian kecil di dalam dirtimu yang masih percaya.

Bahwa hidup belum selesai

Bahwa masih ada hari yang lebih ringan

Masih ada tawa yang belum sempat datang

Masih ada tenang yang sedang berjalan pelan mencarimu

Dan sampai hari itu tiba, kamu tetap berjalan meski terseok-seok

Sebab tidak semua perjuangan terlihat gagah. Sebagian hanya tampak seperti seseorang yang berhasil bangun dari tempat tidur dan menjalani hari tanpa benar-benar tahu bagaimana caranya.

Namun itu tetap perjuangan dan itu tetap berharga.

***Pelangi Senja*** kota hujan