Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

DLH Kota Mojokerto Wujudkan Sinergisitas dalam Pelestarian Lingkungan dan Edukasi Pengelolaan Persampahan

DLH Kota Mojokerto Wujudkan Sinergisitas dalam Pelestarian Lingkungan dan Edukasi Pengelolaan Persampahan

admrozi
admrozi
calendar_today
schedule 3 min read

Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah meningkatnya tantangan urbanisasi dan volume sampah perkotaan.

Melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor, DLH berupaya mewujudkan sinergisitas antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam pelestarian lingkungan serta edukasi pengelolaan persampahan yang berkelanjutan.

Sebagai instansi teknis yang bertanggung jawab  di bidang lingkungan hidup. DLH Kota Mojokerto telah menjalankan berbagai kebijakan strategis yang mengedepankan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).

Program-program tersebut tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah secara teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan DLH adalah penguatan sinergi lintas sektor dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Misalnya, dalam peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, DLH Kota Mojokerto melaksanakan kegiatan edukatif di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan dengan melibatkan berbagai unsure, mulai dari sekolah, komunitas lingkungan, hingga instansi pemerintah lainnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang simbolis, tetapi juga sarana edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Melalui kegiatan semacam itu, masyarakat diajak memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga kewajiban bersama. Edukasi ini menekankan pentingnya pemilahan sampah rumah tangga, pengurangan penggunaan plasti sekali pakai, serta pemanfaatan kembali barang bekas agar tidak nerakhir di TPA. Upaya ini sejaln dengan visi Kota Mojokerto menuju lingkungan yang bersih, hijau, dan lestari.

Selain kegiatan edukatif, DLH juga aktif mengembangkan program Bank Sampah dan Kampung Iklim sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampahb berbasis ekonomi sirkular. Melalui bank sampah, warga dapat menukar sampah anorganik dengan nilai ekonomi tertentu, sehingga selain mengurangi volume sampah, kegiatan ini juga memberikan manfaat finansial bagi masyarakat.

Sementara itu, program kampung iklim mendorong warga untuk beradaptasi dengan perubahan iklim melalui penghijauan, penghematan energi, dan pengelolaan air limbah rumah tangga.

Sinergisitas juga diwujudkan dalam bentuk koordinasi dengan sektor pendidikan melalui program sekolah adiwiyata. DLH mendampingi sekolah-sekolah untuk menerapkan pola hidup bersih dan ramah lingkungan, sehingga nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini.

Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan melahirkan generasi muda yang sadar lingkungan dan menjadi pelopor perubahan perilaku di masyarakat.

Meskipun berbagai capaian telah diraih, DLH Kota Mojokerto masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sarana prasarana persampahan, meningkatnya volume sampah setiap tahun, serta perlunya konsistensi partisipasi masyarakat.

Namun demikian, dengan komitmen dan sinergi yang terus diperkuat, DLH optimistis mampu menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan.

Upaya kolaboratif yang dijakankan DLH Kota Mojokerto menjadi bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan secara pasrsial. Hanya melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, cita-cita menciptakan Kota Mojokerto yang bersih, hijau, dan lestari dapat terwujud.