Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Perbankan Syariah di Indonesia dan Peran Ma’soem University dalam Mencetak SDM Berkualitas

Perbankan Syariah di Indonesia dan Peran Ma’soem University dalam Mencetak SDM Berkualitas

admrozi
admrozi
calendar_today
schedule 3 min read

Dunia perbankan syariah di Indonesia menjadi topik yang menarik untuk dibahas, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Hal ini juga menjadi faktor utama yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah bank syariah terbanyak di dunia. Para pakar keuangan memprediksi bahwa sektor keuangan syariah di Indonesia memiliki prospek yang cerah, terutama dengan adanya dukungan regulasi yang kuat, seperti Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Regulasi ini menjadi bukti pengakuan atas eksistensi serta legalitas bank syariah di Indonesia.

Dari sisi sejarah, perbankan syariah di Indonesia telah berkembang selama lebih dari tiga dekade sejak pertama kali didirikan oleh Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada tahun 1992. Setelah itu, berbagai lembaga keuangan mulai mengikuti jejak BMI dengan mendirikan bank syariah. Pada April 2016, tercatat hampir 200 unit bank syariah beroperasi di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah bank syariah hingga April 2016 mencapai 199 bank, yang terdiri dari 12 Bank Umum Syariah (BUS), 22 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 165 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Tren pencarian informasi mengenai perbankan syariah juga mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan terus bertumbuh. Meskipun jumlah bank syariah sempat mengalami fluktuasi, tren pertumbuhannya masih belum signifikan. Oleh karena itu, strategi diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan syariah.

Menurut Bank Indonesia (www.bi.go.id), terdapat beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya tarik perbankan syariah:

  • Menerapkan visi baru dalam pengembangan perbankan syariah.
  • Membangun citra baru (image) di mata masyarakat, termasuk aspek positioning, differentiation, dan branding. Bank syariah harus diposisikan sebagai lembaga yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, memiliki keunggulan kompetitif dengan produk dan skema yang beragam, transparan, kompeten dalam keuangan dan beretika, serta didukung teknologi informasi yang mutakhir dan user-friendly. Selain itu, keberadaan ahli investasi keuangan syariah yang andal juga menjadi nilai tambah.
  • Melakukan pemetaan pasar perbankan syariah secara lebih akurat.
  • Mengembangkan produk berbasis keunikan dan nilai yang saling menguntungkan.
  • Meningkatkan kualitas layanan, didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten serta teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan nasabah.
  • Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara luas, baik melalui media cetak, elektronik, maupun online. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang manfaat produk dan jasa perbankan syariah.

Dengan semakin berkembangnya sektor keuangan syariah, jurusan Perbankan Syariah diperkirakan akan menjadi salah satu program studi favorit bagi lulusan SMA. Namun, sangat sedikit perguruan tinggi yang secara khusus berfokus pada bidang perbankan syariah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan industri ini, Ma’soem University menghadirkan Jurusan Perbankan Syariah, yang didukung penuh oleh PT. BPRS Al Ma’soem, salah satu perusahaan di bawah naungan Ma’soem Group. PT. BPRS PNM Al Ma’soem juga mendapatkan predikat “Sehat” dari Bank Indonesia selama 13 tahun berturut-turut serta menjadi mitra terpercaya dalam linkage program PT. PNM (Persero).

Mahasiswa yang mengambil program studi ini akan mempelajari teori, mekanisme, serta prinsip manajemen dan pengelolaan keuangan syariah, termasuk pasar modal syariah. Kelebihan lulusan Ma’soem University adalah selain memahami hukum ekonomi syariah, mereka juga memiliki keterampilan dalam pencatatan keuangan (akuntansi perbankan), yang memudahkan mereka dalam memperoleh pekerjaan di bank syariah maupun konvensional.

Selain itu, mahasiswa juga dilatih dalam bidang teknologi informasi (IT), khususnya perangkat lunak yang berkaitan dengan layanan nasabah. Kampus Ma’soem University juga bekerja sama dengan komunitas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk memberikan pelatihan Akuntansi Syariah Aksioma berbasis web dan mobile.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan lulusan dalam menghadapi tuntutan nasabah yang semakin menginginkan kemudahan dan kepuasan dalam mengelola keuangan mereka. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Ma’soem University berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.