Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Baru Lulus dan Baru Kerja, Sudah Waktunya Punya Motor Sendiri, Ini Panduan Pembiayaan Syariah untuk Motor Pertama

Baru Lulus dan Baru Kerja, Sudah Waktunya Punya Motor Sendiri, Ini Panduan Pembiayaan Syariah untuk Motor Pertama

Al Masoem
Al Masoem
calendar_today
schedule 4 min read

Beberapa bulan pertama setelah lulus dan mulai bekerja biasanya jadi masa-masa penuh pertimbangan finansial. Gaji pertama sudah masuk, tapi di saat yang sama muncul banyak kebutuhan, termasuk keinginan punya kendaraan sendiri supaya tidak lagi bergantung pada transportasi umum atau menumpang orang lain untuk berangkat kerja. Motor pertama memang terasa seperti pencapaian tersendiri, tapi keputusan ini sebaiknya tidak diambil terburu-buru, apalagi kalau belum terbiasa mengelola cicilan dengan penghasilan yang masih baru berjalan beberapa bulan.

Kenapa Keputusan Ini Perlu Dipikirkan Matang-Matang?

Gaji pertama sering kali belum sepenuhnya stabil dari sisi pengaturan, karena masih dalam tahap penyesuaian antara penghasilan dan berbagai kebutuhan baru, mulai dari kos atau kontrakan, transportasi harian, sampai kebutuhan pribadi yang dulu mungkin masih ditanggung orang tua. Mengambil cicilan motor di tengah masa penyesuaian ini perlu diperhitungkan dengan cermat, supaya tidak sampai mengganggu kebutuhan pokok lain yang juga baru mulai berjalan sendiri.

Di sisi lain, motor juga sering kali benar-benar dibutuhkan untuk menunjang produktivitas kerja, terutama kalau lokasi kerja sulit dijangkau transportasi umum. Jadi pertanyaannya bukan soal boleh atau tidak boleh mengambil cicilan, tapi lebih ke bagaimana caranya mengambil keputusan yang tepat.

Menentukan Kemampuan Cicilan dari Gaji Awal

Salah satu prinsip yang penting dipegang adalah tidak mengalokasikan porsi gaji terlalu besar untuk cicilan motor, mengingat masih ada banyak kebutuhan penyesuaian lain di awal karier. Sebelum menentukan pilihan motor dan skema pembiayaannya, ada baiknya menghitung dulu seluruh pengeluaran rutin bulanan, lalu melihat berapa sisa yang benar-benar aman dialokasikan untuk cicilan tanpa mengorbankan kebutuhan pokok atau tabungan awal yang mulai dibangun.

Kenapa Pertimbangkan Skema Syariah untuk Motor Pertama?

Bagi yang baru pertama kali mengambil cicilan, kepastian jadi hal yang penting untuk membangun kebiasaan finansial yang baik sejak awal. Dalam skema syariah, margin yang harus dibayarkan sudah ditetapkan sejak akad disepakati, sehingga tidak ada risiko cicilan berubah-ubah mengikuti kondisi tertentu. Ini membantu fresh graduate belajar merencanakan keuangan dengan lebih pasti sejak pengalaman cicilan pertamanya.

Akad yang Biasa Digunakan

Skema yang umum dipakai untuk pembiayaan motor adalah murabahah, yaitu akad jual beli di mana lembaga keuangan membelikan motor yang diinginkan, lalu nasabah membayar dengan margin yang disepakati di awal. BPRS ALMASOEM menghadirkan opsi pembiayaan untuk kebutuhan ini melalui produk Pembiayaan Masoem iB, yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing nasabah, termasuk bagi yang baru memulai karier.

Tips Sebelum Mengambil Motor Pertama

Pertimbangkan motor bekas dengan kondisi baik sebagai opsi awal kalau anggaran masih terbatas, sebelum nantinya mengganti dengan motor baru setelah penghasilan lebih stabil. Siapkan juga uang muka semaksimal mungkin dari tabungan yang sudah terkumpul, supaya plafon pembiayaan yang diajukan lebih kecil dan cicilan bulanannya lebih ringan. Jangan tergoda mengambil motor dengan harga jauh di atas kebutuhan hanya karena gengsi, mengingat prioritas di awal karier sebaiknya tetap pada membangun fondasi keuangan yang sehat.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Untuk mengajukan pembiayaan motor pertama, dokumen yang umumnya dibutuhkan meliputi identitas diri yang masih berlaku, slip gaji atau bukti penghasilan dari tempat kerja, dan surat keterangan kerja. Karena penghasilan masih tergolong baru, beberapa lembaga mungkin meminta masa kerja minimal tertentu sebelum bisa mengajukan pembiayaan.

Tahapan Mengajukan Pembiayaan

Mulai dengan menghitung kemampuan cicilan berdasarkan gaji dan pengeluaran rutin bulanan. Pilih lembaga keuangan syariah yang jelas diawasi oleh OJK dan Bank Indonesia. Konsultasikan skema akad dan besaran cicilan yang realistis dengan petugas bank. Lengkapi dokumen yang diminta dan ikuti proses verifikasi. Terakhir, pastikan rincian margin, jangka waktu cicilan, dan seluruh kewajiban sudah dijelaskan secara terbuka sebelum akad ditandatangani.

Jangan Lupa Cek Legalitas Lembaganya

Sebelum mengajukan ke lembaga manapun, pastikan tiga hal: apakah lembaganya diawasi resmi oleh OJK dan BI, apakah simpanan nasabahnya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan bagaimana rekam jejak operasionalnya selama ini.

BPRS ALMASOEM, Bank Perekonomian Rakyat Syariah yang berbasis di Jawa Barat, telah beroperasi lebih dari dua dekade, diawasi oleh OJK dan BI, serta menjadi peserta penjaminan LPS. Rekam jejak yang panjang seperti ini bisa jadi pertimbangan yang menenangkan, terutama bagi yang baru pertama kali mengambil pembiayaan.

Penutup

Motor pertama memang terasa seperti pencapaian penting di awal karier, tapi keputusan mengambilnya sebaiknya tetap mempertimbangkan kemampuan finansial yang realistis, bukan sekadar keinginan sesaat. Dengan menghitung kemampuan cicilan secara cermat dan memilih skema syariah yang jelas aturannya, fresh graduate bisa memulai kebiasaan finansial yang sehat sejak pengalaman cicilan pertamanya.

Bagi para pekerja muda di Jawa Barat yang sedang mempertimbangkan motor pertama dengan skema syariah, almasoembank.co.id menyediakan informasi lengkap seputar produk pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.