hijab

Siapakah Dalang Dibalik Pelanggaran HAM Berat “KM 50”, Sampai Dimana Peran Komnas HAM ?

21 Jan 2021  |  9035x | Ditulis oleh : Kak Min
Siapakah Dalang Dibalik Pelanggaran HAM Berat “KM 50”, Sampai Dimana Peran Komnas HAM ?

Komnas HAM menuai kecaman karena tak mampu menuntaskan tugas penyelidikan dengan baik. Terlalu banyak pertanyaan yang menyertainya seperti benarkah tembak menembak, dimana dua orang tewas ditembak, siapa penembak dua dan empat anggota laskar, bagaimana menjelaskan bekas luka dugaan siksaan, siapa saja penumpang dua mobil pembuntut misterius yang bukan polisi, mobil "sang komendan" Landcruiser itu milik siapa, dan masih banyak lagi pertanyaan lain.

Nyaris pekerjaan sia-sia Komnas HAM karena gagal menemukan fakta-fakta penting. Normatif, tak ambil risiko, dan ujungnya pro-Polisi. Bahkan semakin ke sini justru terkesan Komnas HAM sekedar menjadi juru bicara Kepolisian. Lebih menyebalkan setelah secara kontroversial  melapor ke Presiden. Presiden bukan atasan Komnas HAM dan Komnas bukan bekerja atas dasar perintah Presiden.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanggal 18 Januari 2021 menyatakan bahwa  pekerjaan Komnas HAM tidak tuntas dan diminta untuk mendalami kembali hingga ditemukan aktor intelektual dari kejahatan "unlawful killing" tersebut. Kualifikasinya bukan semata pelanggaran HAM tetapi pelanggaran HAM berat. Presiden hendaknya mendukung pendalaman atau  investigasi guna menyeret aktor intelektual hingga proses peradilan.

Diduga kuat peristiwa pelanggaran HAM berat "Km 50" bukan insiden kebetulan karena berawal dari pengintaian dan pembuntutan intens HRS dan FPI. Suatu cara kerja tidak lazim bahkan berindikasi melanggar hukum.

Keberadaan mobil Landcruiser yang datang "mengomandani" pembunuhan atau pembantaian patut untuk ditelusuri. Begitu juga dengan keberadaan surat perintah atau surat tugas.

Bisa saja aktor intelektual perbuatan aparat brutal ini adalah Kapolda Metro Jaya, bisa pula Kapolri. Bukan mustahil juga Presiden Republik Indonesia. Karenanya perlu kejelasan. Meski pihak Kepolisian telah membantah keterlibatan atasan, akan tetapi indikasi yang ada menuntut untuk pengusutan lebih lanjut. PP Muhammadiyah mendesak agar dapat ditemukan aktor intelektual dari kejahatan ini.

Ditemukan dan lebih lanjut diproses hukum aktor intelektual pelanggaran HAM berat "Km 50" ini sangat penting untuk sekurangnya tiga hal. Pertama, agar tidak terbiasa mengorbankan bawahan untuk melepas tanggungjawab atasan dan kepentingan politik yang lebih luas. Kedua, menjadi terobosan atas banyaknya kasus pelanggaran HAM yang menggantung dan terus menjadi tagihan perilaku rezim. Ketiga, dapat menghindari keterlibatan lembaga penyelidikan dan peradilan HAM internasional. 

Dari pantauan publik dan juga laporan "sederhana" Komnas HAM, maka peristiwa pelanggaran HAM berat "Km 50" diduga kuat menjadi peristiwa berdisain matang dan panjang yang melibatkan satu atau lebih aktor intelektual. Karenanya desakan PP Muhammadiyah bukan saja rasional dan obyektif, tetapi juga merupakan jalan strategis bangsa untuk menghargai dan memuliakan Hak Asasi Manusia.

Berita Terkait
Baca Juga:
Tes SKD CPNS: Simulasi CAT Gratis dan Cara Menganalisis Hasilnya

Tes SKD CPNS: Simulasi CAT Gratis dan Cara Menganalisis Hasilnya

Pendidikan      

12 Mei 2025 | 199 Kak Edi


Memasuki tahun 2023, rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali menggeliat dengan berbagai tahapan yang harus dilalui oleh para pelamar. Salah satu tahapan yang paling penting ...

Berapakah Gaji Youtuber dengan Subscriber 1000?

Berapakah Gaji Youtuber dengan Subscriber 1000?

Tips      

24 Jul 2024 | 958 Kak Edi


Seiring dengan perkembangan teknologi dan internet, platform YouTube telah menjadi salah satu cara populer untuk menghasilkan uang. Banyak individu mulai memanfaatkan platform ini sebagai ...

Tryout Gratis POLTEKKES: Khusus Calon Mahasiswa Kesehatan, Ayo Uji Diri!

Tryout Gratis POLTEKKES: Khusus Calon Mahasiswa Kesehatan, Ayo Uji Diri!

Pendidikan      

12 Mei 2025 | 312 Kak Edi


Menyambut tahun ajaran baru, bagi para calon mahasiswa kesehatan, salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian seleksi. Salah satu cara ...

Google Maps

Etika dan Legalitas Menggunakan Jasa Review: Apa yang Harus Diketahui Pebisnis

Tips      

8 Mei 2025 | 215 Kak Edi


Dalam era digital saat ini, keberadaan ulasan atau review sangat berpengaruh terhadap reputasi bisnis. Terutama di platform seperti Google Maps, yang menjadi salah satu alat bantu utama ...

Reputasi

Kesalahan Umum UMKM yang Bisa Merusak Reputasi Online

Tips      

29 Apr 2025 | 273 Kak Edi


Dalam era digital yang serba cepat ini, membangun dan menjaga reputasi online untuk UMKM menjadi salah satu hal terpenting. Sebuah reputasi online yang baik dapat meningkatkan kepercayaan ...

Update Terbaru CASN: Prediksi Jadwal dan Formasi CPNS 2025

Update Terbaru CASN: Prediksi Jadwal dan Formasi CPNS 2025

Pendidikan      

16 Apr 2025 | 573 Kak Edi


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus berupaya untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini terkait seleksi ...