rajatraffic

Siapakah Dalang Dibalik Pelanggaran HAM Berat “KM 50”, Sampai Dimana Peran Komnas HAM ?

21 Jan 2021  |  165x | Ditulis oleh : Kak Min
Siapakah Dalang Dibalik Pelanggaran HAM Berat “KM 50”, Sampai Dimana Peran Komnas HAM ?

Komnas HAM menuai kecaman karena tak mampu menuntaskan tugas penyelidikan dengan baik. Terlalu banyak pertanyaan yang menyertainya seperti benarkah tembak menembak, dimana dua orang tewas ditembak, siapa penembak dua dan empat anggota laskar, bagaimana menjelaskan bekas luka dugaan siksaan, siapa saja penumpang dua mobil pembuntut misterius yang bukan polisi, mobil "sang komendan" Landcruiser itu milik siapa, dan masih banyak lagi pertanyaan lain.

Nyaris pekerjaan sia-sia Komnas HAM karena gagal menemukan fakta-fakta penting. Normatif, tak ambil risiko, dan ujungnya pro-Polisi. Bahkan semakin ke sini justru terkesan Komnas HAM sekedar menjadi juru bicara Kepolisian. Lebih menyebalkan setelah secara kontroversial  melapor ke Presiden. Presiden bukan atasan Komnas HAM dan Komnas bukan bekerja atas dasar perintah Presiden.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanggal 18 Januari 2021 menyatakan bahwa  pekerjaan Komnas HAM tidak tuntas dan diminta untuk mendalami kembali hingga ditemukan aktor intelektual dari kejahatan "unlawful killing" tersebut. Kualifikasinya bukan semata pelanggaran HAM tetapi pelanggaran HAM berat. Presiden hendaknya mendukung pendalaman atau  investigasi guna menyeret aktor intelektual hingga proses peradilan.

Diduga kuat peristiwa pelanggaran HAM berat "Km 50" bukan insiden kebetulan karena berawal dari pengintaian dan pembuntutan intens HRS dan FPI. Suatu cara kerja tidak lazim bahkan berindikasi melanggar hukum.

Keberadaan mobil Landcruiser yang datang "mengomandani" pembunuhan atau pembantaian patut untuk ditelusuri. Begitu juga dengan keberadaan surat perintah atau surat tugas.

Bisa saja aktor intelektual perbuatan aparat brutal ini adalah Kapolda Metro Jaya, bisa pula Kapolri. Bukan mustahil juga Presiden Republik Indonesia. Karenanya perlu kejelasan. Meski pihak Kepolisian telah membantah keterlibatan atasan, akan tetapi indikasi yang ada menuntut untuk pengusutan lebih lanjut. PP Muhammadiyah mendesak agar dapat ditemukan aktor intelektual dari kejahatan ini.

Ditemukan dan lebih lanjut diproses hukum aktor intelektual pelanggaran HAM berat "Km 50" ini sangat penting untuk sekurangnya tiga hal. Pertama, agar tidak terbiasa mengorbankan bawahan untuk melepas tanggungjawab atasan dan kepentingan politik yang lebih luas. Kedua, menjadi terobosan atas banyaknya kasus pelanggaran HAM yang menggantung dan terus menjadi tagihan perilaku rezim. Ketiga, dapat menghindari keterlibatan lembaga penyelidikan dan peradilan HAM internasional. 

Dari pantauan publik dan juga laporan "sederhana" Komnas HAM, maka peristiwa pelanggaran HAM berat "Km 50" diduga kuat menjadi peristiwa berdisain matang dan panjang yang melibatkan satu atau lebih aktor intelektual. Karenanya desakan PP Muhammadiyah bukan saja rasional dan obyektif, tetapi juga merupakan jalan strategis bangsa untuk menghargai dan memuliakan Hak Asasi Manusia.

Baca Juga:
Wow! Lelaki Asal Turki Ini Miliki Lebih dari 1000 Handphone

Wow! Lelaki Asal Turki Ini Miliki Lebih dari 1000 Handphone

Mancanegara      

9 Nov 2020 | 114 Kak Min


Aghil - Di dunia ini, ada saja orang-orang yang senang mengkoleksi barang-barang yang tak lazim. Salah satunya ada seorang lelaki bernama Sehabettin Özçelik. Ia memiliki koleksi ...

Mengulik Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan dan Kecantikan

Mengulik Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kesehatan      

4 Jun 2020 | 367 Kak Edi


Sejak dulu khasiat dan manfaat lidah buaya sudah dikenal masyarakat. Lidah buaya atau aloe vera telah digunakan selama berabad-abad untuk banyak keperluan.Siapa sangka, tanaman satu ini ...

Anies Baswedan Capres Pilihan Anak Muda No. 1

Anies Baswedan Capres Pilihan Anak Muda No. 1

Nasional      

29 Maret 2021 | 89 Kak Edi


Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno masuk di posisi 5 besar calon presiden pilihan anak muda berdasarkan hasil survei Lembaga Indikator Politik ...

Mengenal Asal Muasal Julukan Big Apple pada Kota New York

Mengenal Asal Muasal Julukan Big Apple pada Kota New York

Mancanegara      

30 Apr 2020 | 353 Kak Min


New York City merupakan salah satu kota di dunia dengan julukan terbanyak. Mulai dari The Great American Melting Pot, Gotham, The City that Never Sleeps hingga yang paling populer, yakni ...

Kalung Anti Corona, Benarkah Ampuh Bunuh Covid-19

Kalung Anti Corona, Benarkah Ampuh Bunuh Covid-19

Nasional      

6 Jul 2020 | 281 Kak Min


Heboh kabar akan ada kalung anti corona yang akan di produksi masal pada bulan Agustus nanti, sebera ampuh sih? Dan apakah sudah ada uji ilmiahnya? Belum adanya kejelasan yang pasti ...

Makanan Bisa Jadi Berbahaya Saat Di Panaskan

Makanan Bisa Jadi Berbahaya Saat Di Panaskan

Kuliner      

6 Apr 2021 | 119 Kak Edi


Umat muslim di seluruh dunia saat ini tengah menantikan bulan suci Ramadan. Saat bulan puasa tiba, biasanya kebiasaan orang Indonesia adalah memanaskan makanan. Makanan yang dipanaskan ...