rajapress

Rusaknya Proses Demokrasi dan Reformasi, Tanggung Jawab Siapa?

11 Feb 2024  |  620x | Ditulis oleh : Kak Min
Rusaknya Proses Demokrasi dan Reformasi, Tanggung Jawab Siapa?

Reformasi dalam konteks demokrasi merujuk pada serangkaian upaya atau perubahan yang dilakukan untuk meningkatkan atau memperbaiki sistem demokrasi suatu negara. Reformasi demokrasi dapat mencakup berbagai aspek, termasuk lembaga-lembaga pemerintahan, proses pemilihan, hak asasi manusia, kebebasan pers, serta keterlibatan dan partisipasi masyarakat sipil. 

Tujuan dari reformasi dapat bervariasi tergantung pada konteksnya, tetapi umumnya mencakup beberapa hal berikut: 

  1. Meningkatkan tata kelola yang baik: reformasi bertujuan untuk memperbaiki tata kelola dalam pemerintahan, organisasi, atau institusi agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel. 
  2. Meningkatkan keadilan dan kesetaraan: reformasi dapat ditujukan untuk mengatasi ketidakadilan sosial, ekonomi, atau politik dalam suatu masyarakat, sehingga semua warga dapat merasakan manfaat dari perubahan tersebut. 
  3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi: reformasi ekonomi bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan. 
  4. Memperbaiki sistem hukum dan keamanan: reformasi hukum bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap keadilan, memperkuat aturan hukum, dan memastikan perlindungan hak asasi manusia. 
  5. Memperbaiki layanan publik: reformasi dalam sektor layanan publik bertujuan untuk meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan efisiensi layanan seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi. 

Di samping itu, misi dari reformasi adalah untuk melaksanakan langkah-langkah konkrit yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Ini mungkin melibatkan pembentukan kebijakan baru, restrukturisasi lembaga, perubahan undang-undang, pelaksanaan program-program pendidikan dan pelatihan, dan upaya-upaya lain untuk mengubah praktik-praktik yang sudah ada yang dinilai tidak efektif atau tidak adil. Misinya adalah untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan dan positif dalam sistem atau lembaga yang direformasi. 

Mari kita lihat tujuan reformasi dalam konteks demokrasi, yaitu adalah untuk memperkuat dan memperbaiki fungsi-fungsi inti demokrasi, seperti representasi yang adil, perlindungan hak-hak individu, akuntabilitas pemerintah, dan partisipasi aktif warga negara. Reformasi ini sering kali muncul sebagai respons terhadap kekurangan atau kelemahan yang teridentifikasi dalam sistem demokrasi yang ada. 

Beberapa bentuk reformasi dalam konteks demokrasi yang umum dilakukan meliputi: 

  1. Reformasi Institusional: melibatkan perubahan atau perbaikan pada lembaga-lembaga pemerintahan, termasuk parlemen, eksekutif, dan yudikatif, untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. 
  2. Reformasi Pemilihan: melibatkan perubahan dalam proses pemilihan, aturan kampanye, dan pemetaan distrik untuk memastikan representasi yang lebih adil dan mencegah potensi manipulasi pemilihan. 
  3. Reformasi Hak Asasi Manusia: memperkuat perlindungan hak asasi manusia, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan berserikat, hak privasi, dan hak-hak lainnya. 
  4. Reformasi Partai Politik: menyusun regulasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas partai politik, serta mendorong partisipasi politik yang lebih inklusif. 
  5. Reformasi Media: memastikan kebebasan pers, memerangi disinformasi, dan meningkatkan kualitas liputan media untuk mendukung proses demokrasi. 
  6. Reformasi Pendidikan Politik: meningkatkan pemahaman masyarakat tentang demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, serta melibatkan warga dalam proses pengambilan keputusan. 

Telah 25 tahun mengupayakan reformasi, mari kita telisik, apakah akhir-akhir ini, semua hal di atas terlaksana dengan baik? Tentunya masih lekat dalam ingatan bagaimana proses munculnya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo dengan menunggangi MK secara nepotisme. 

Pasti masih ingat bagaimana praktik cawe-cawe Jokowi mendukung Gibran, juga  bagaimana langkah-langkah oknum yang berbaju pegawai pemerintah mencoba menyalip kampanye para paslon lainnya. Di sejumlah tempat, kampanye 01 dan 03 dijegal – sejumlah izin dibatalkan secara sepihak. Coba baca berita baru-baru ini tentang Aiman si reporter andal yang berusaha dipidanakan oleh sosok yang berkuasa, hal ini membuktikan kebebasan pers belum terlaksana dengan baik.  

Reformasi demokrasi adalah proses yang berkelanjutan, dan kebijakan-kebijakan yang diimplementasikan dapat bervariasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap negara. Tujuannya adalah memastikan bahwa sistem demokrasi dapat berfungsi dengan baik, memberikan keadilan, dan mewakili kepentingan seluruh warga negara. Jika banyak kekacauan dalam proses berdemokrasi yang terjadi akhir-akhir ini maka jelaslah siapa penanggung jawabnya, kalau bukan Jokowi! 

Baca Juga:
Indonesia Sudah Sangat Membutuhkan Program Satu Data Indonesia

Indonesia Sudah Sangat Membutuhkan Program Satu Data Indonesia

Tips      

3 Nov 2021 | 838 Kak Edi


Jaman dahulu sebelum canggihnya dunia tekhnologi  terutama  tekhnologi Komputer smartphone dan pastinya tekhnologi internet, semua pekerjaan harus dikerjakan dengan manual dan ...

Daftar 6 BUMN yang Punya Utang Segunung, Siapa Saja?

Daftar 6 BUMN yang Punya Utang Segunung, Siapa Saja?

Nasional      

10 Des 2021 | 1197 Kak Edi


Sejumlah BUMN memiliki utang menggunung. Kondisi pandemi Covid-19 ini memperparah utang dari perusahaan pelat merah tersebut. Akibat pandemi, sejumlah BUMN belum mampu bangkit dari tekanan ...

Pengobatan Dengan Terapi Bekam Bagus Atau Tidak?

Pengobatan Dengan Terapi Bekam Bagus Atau Tidak?

Herbal      

18 Jun 2020 | 1853 Kak Edi


Pengobatan alternatif bekam semakin meramaikan dunis kesehatan akhir-akhir ini. Ternyata bukan hanya di Indonesia tetapi juga sudah sampai ke luar negeri sudah melakukan terapi bekam ini. ...

Gubernur Terbodoh

Baru Tahu Kalau Covid-19 Bisa Menyebar Tanpa Gejala, Gubernur Georgia ini Dijuluki Gubernur Terbodoh

Mancanegara      

18 Des 2023 | 112 Kak Min


Gubernur Kemp tampaknya mengabaikan informasi ini yang telah tersedia dan lebih memilih untuk menyampaikan klaim bahwa pengetahuan tersebut baru ditemukan dalam waktu 24 jam terakhir ...

Teknologi Pangan

Ilmu dan Teknologi Pangan: Inovasi dalam Dunia Kuliner

Pendidikan      

13 Mei 2024 | 19 Kak Edi


Ilmu dan teknologi pangan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, teknologi pangan juga semakin berkembang pesat untuk ...

5 Tips Berpakaian Rapi untuk Mengikuti Interview Kerja

5 Tips Berpakaian Rapi untuk Mengikuti Interview Kerja

Tips      

3 Jun 2020 | 1940 Kak Edi


Hampir semua perusahaan akan menilai calon karyawannya dari cara berpakaian saat wawancara kerja. Anda harus pandai-pandai dalam memilih pakaian, jika kesulitan ikuti tips berpakaian rapi ...