rajaseo

PDIP Klaim Tolak Amendemen Bila Atur Jabatan Presiden 3 Periode

25 Agu 2021  |  823x | Ditulis oleh : Kak Edi
PDIP Klaim Tolak Amendemen Bila Atur Jabatan Presiden 3 Periode

Politikus PDI-Perjuangan mengaku menolak wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode seiring isu amandemen kelima UUD 1945, sekaligus mempertanyakan fungsi Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN).

“Saya tegas mengatakan, sesuai arahan partai, tidak ada amandemen dari PDIP, tentang presiden tiga periode. Ini tegas saya sampaikan, tidak ada itu,” kata Politikus PDIP Junimart Girsang dalam rilis survey Fixpoll, Senin (23/8).

Ia mengatakan masa jabatan presiden telah diatur secara tegas di pasal 7 UUD 1945, yang menyebutkan, “dalam memenuhi jabatan selama lima tahun dan sesudahnya, presiden dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan”.

Meski demikian, ia juga mempertanyakan fungsi Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang dinilai bisa mengganjal Presiden terpilih.

“Dengan nanti PPHN, itu berarti kan program kerja pemerintah itu sudah terjadwal. Kalau misalnya, PPHN sudah diberlakukan, ketika pemerintah tidak bisa melakukan, maka MPR bisa memanggil presiden. Apa tidak mengganggu misalnya?” Kata dia.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menegaskan, hingga saat ini PDIP tak pernah secara langsung membahas soal wacana amandemen. Partai kata dia masih menunggu secara jelas tujuan dari amandemen tersebut.

“Kami dari PDIP mengatakan bahwa tentang wacana amandemen, kami hanya menunggu saja, melihat. Apa urgensinya, tapi sepanjang [isu presiden] 3 periode, partai tidak pernah berpikir ke sana. Apabila itu menyangkut demokrasi kerakyatan, menyangkut rakyat, PDIP akan mengkaji soal itu,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo mewacanakan kembali soal amendemen UUD 1945 dalam pidatonya, 17 Agustus lalu.

Sementara itu, mayoritas masyarakat sendiri bersikap netral terkait wacana amandemen UUD 1945 kelima oleh MPR tersebut.

Hasil survei yang dirilis Fixpoll Research dan Strategic Consulting, Senin (23/8), menunjukkan masyarakat yang bersikap netral terkait wacana amandemen mencapai 28,5 persen.

Angka itu unggul hampir 10 persen dari masyarakat yang menolak wacana amandemen sebanyak 19,5 persen. Sedangkan, minoritas atau hanya 9,1 persen responden menyatakan setuju terkait amandemen. Sisanya, sebanyak 42,8 persen abstain atau tidak memberi jawaban.

“Kalau kita melihat di depan, awarness masyarakat terhadap amandemen ini masih sangat kurang, sehingga jawaban tidak tahu, juga masih sangat tinggi 42,8 persen,” kata Direktur Eksekutif Fixpoll, Muhammad Anas dalam paparannya.

Tingginya penolakan responden terhadap wacana amandemen seturut dengan pengetahuan mereka terkait wacana tersebut. Survei menunjukkan, sebanyak 78,1 persen responden mengaku tidak tahu dengan wacana amandemen.

Selain itu, survei juga meminta pendapat masyarakat terkait wacana jabatan presiden lebih dari 2 periode lewat amandemen tersebut. Hasilnya, mayoritas atau 57,5 persen responden menolak wacana presiden dua periode.

Kemudian, 18,5 persen bersikap netral, dan 11,4 persen mengaku setuju atau mendukung jabaran presiden lebih dari dua periode.

“Yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju 57,5 persen. Yang bersikap netral 18,5 persen. Yang setuju, sangat tidak setuju 11,4 persen,” kata Anas.

Survei Fixpoll dilakukan pada 16-27 Juli 2021, terhadap 1.240 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling, dan tingkat akurasi mencapai 95 persen. Sampel diambil di 34 provinsi seluruh Indonesia, dengan proporsi masing-masing 50 persen laki-laki dan perempuan.(dbs)

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Di Prediksi Tahun Ini Tak Ada Pemberangkatan Haji ke Tanah Suci

Di Prediksi Tahun Ini Tak Ada Pemberangkatan Haji ke Tanah Suci

Nasional      

17 Feb 2021 | 981 Kak Edi


Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj menyoroti soal musim haji 2021 yang semakin dekat. Untuk itu, ia mengingatkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama ( Kemenag ) dan Komisi ...

Jangan Menyimpan Mangga Masak Dalam Lemari ES

Jangan Menyimpan Mangga Masak Dalam Lemari ES

Kesehatan      

28 Nov 2022 | 487 Kak Edi


Buah-buahan adalah makanan yang bergizi dan sehat bagi tubuh. Berbagai tanaman buah tumbuh subur di Indonesia saat musim tropis. Dan salah satunya adalah mangga. Mangga merupakan buah dari ...

Tips  Diet Setelah Melahirkan yang Efektif dan Mudah untuk Dicoba

Tips Diet Setelah Melahirkan yang Efektif dan Mudah untuk Dicoba

Tips      

20 Mei 2020 | 1858 Kak Edi


Melakukan diet setelah melahirkan seringkali dilakukan oleh wanita. Namun, diet dalam kondisi tersebut tentu berbeda dengan berdiet dalam kondisi normal. Hal ini karena setelah melahirkan ...

Jelang Lengser, Anies Ungkap Jakarta Punya Parkir Air Limpahan Sungai Berbasis Alam

Jelang Lengser, Anies Ungkap Jakarta Punya Parkir Air Limpahan Sungai Berbasis Alam

Nasional      

10 Okt 2022 | 459 Kak Edi


Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut Jakarta kini mempunyai tempat parkir sementara untuk menampung limpahan air sungai berbasis alam pertama di Indonesia yang mampu mengurangi beban ...

Anies App

Aplikasi Relawan Anies, Mendorong Keterlibatan Simpatisan dalam Strategi Kemenangan

Nasional      

31 Agu 2023 | 171 Kak Min


Jakarta Selatan, 30 Agustus 2023 - Dalam upaya memperkuat persatuan dan mendukung perubahan positif, Sekretariat Bersama Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) merayakan Grand Launching ...

Cari Tau Yuk Kenapa Timbul Bintik Hitam Di Wajah

Cari Tau Yuk Kenapa Timbul Bintik Hitam Di Wajah

Tips      

19 Feb 2022 | 762 Kak Edi


Cari tau yuk kenapa timbul bintik hitam di wajah, tampilan warna kulit yang tidak merata seperti bintik hitam adalah jenis perubahan warna kulit yang dapat disebabkan oleh produksi melanin ...