Tryout.id

Mengenal Kurikulum Merdeka Belajar, Tidak Menganut Sistem Tidak Naik Kelas?

6 Maret 2024  |  29x | Ditulis oleh : Kak Edi
pesantren Al Masoem

Kurikulum merdeka belajar menjadi salah satu kurikulum yang dianut semua pendidikan formal di Indonesia, Kurikulum ini merupakan jenis kurikulum hasil update dari kurikulum kurtilas dimana kurikulum merdeka belajar ini cenderung lebih mengembangkan potensi dan karakter peserta didik secara optimal, lantas apakah dalam kurikulum ini masih berlaku siswa yang tidak naik kelas? Bagaimana cara menyikapinya jika memang ada siswa yang kurang dari standar yang ditetapkan oleh sekolah? Dalam Artikel ini kami akan membahas dengan detail tentang kurikulum merdeka belajar dan sistem yang katanya tidak menganut sistem siswa tidak naik kelas.

Benarkah Tidak ada Istilah Tidak Naik Kelas di Kurikulum Merdeka Belajar?

Pada dasarnya, Kurikulum Merdeka Belajar tidak menganut sistem "tidak naik kelas" seperti pada kurikulum sebelumnya. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Kurikulum Merdeka Belajar, yaitu untuk mengembangkan potensi dan karakter setiap peserta didik secara optimal. 

Dalam kurikulum merdeka belajar ada beberapa sistem penilaian dalam kelas, yaitu yang berfokus pada pencapaian pembelajaran secara individual pada peserta didik. Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil tes tapi dari berbagai pertimbangan dari berbagai aspek seperti sikap, perilaku dan partisipasi dalam pembelajaran. 

Kenaikan kelas pada Kurikulum Merdeka Belajar ditentukan berdasarkan pencapaian Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan. CP merupakan serangkaian kompetensi yang harus dikuasai peserta didik dalam setiap fase pembelajaran.

Ketentuan Kenaikan Kelas dalam Kurikulum Merdeka Belajar

Dalam kurikulum merdeka belajar memang tidak ada yang namanya siswa tidak akan naik kelas tapi bukan berarti siswa bisa seenaknya belajar asal dan asal lulus, tidak seperti itu ferguso. Peserta didik harus tetap mencapai CP yang ditetapkan. Adapun ketentuan kenaikan kelas dalam kurikulum merdeka belajar adalah dilihat dari tiga aspek berikut seperti : 

Peserta didik yang telah mencapai semua CP pada fase pembelajarannya akan naik ke fase berikutnya

Peserta didik yang belum mencapai semua CP pada fase pembelajarannya akan mendapatkan pembelajaran tambahan dan pendampingan untuk mencapai CP yang belum terpenuhi.

Peserta didik yang masih mengalami kesulitan setelah mendapatkan pembelajaran tambahan dan pendampingan, akan didorong untuk mengikuti pembelajaran di fase yang sama dengan catatan-catatan untuk menuntaskan capaian pembelajaran yang belum terpenuhi.

Dari sini sudah sangat jelas bahwa dalam kurikulum merdeka belajar, siswa harus tetap mencapai CP yang sudah ditentukan, karena jika mereka tidak memenuhi atau tidak mencapai CP yang sudah ditetapkan maka mereka akan mendapatkan pembelajaran tambahan yang bisa dibilang itu merepotkan diri anda sendiri sebagai siswa. Karena ketika siswa lain sudah merasakan nikmatnya liburan sekolah kamu masih harus belajar untuk mencapai CP yang belum terpenuhi, dan secara umum beberapa sekolah memberikan pembelajaran dan pendampingan dalam pembelajaran untuk mencapai CP adalah di waktu libur atau waktu weekend.

Kesimpulan Meskipun Tidak ada Sistem Tinggal Kelas tapi Tetap Siswa Harus Berusaha Mencapai CP

Meskipun tidak ada sistem "tidak naik kelas" dalam Kurikulum Merdeka Belajar, bukan berarti peserta didik tidak perlu berusaha untuk mencapai CP yang ditetapkan. Peserta didik tetap harus belajar dengan giat dan mengikuti pembelajaran dengan maksimal untuk mencapai potensi terbaiknya. Karena itulah, meskipun dalam kurikulum mereka lebih memanusiakan manusia terutama bagi para peserta didik, tapi tetap saja motivasi para peserta didik harus tetap ditingkatkan salah satunya dengan sistem pencapaian CP.

Ketika siswa atau peserta didik tidak mencapai CP yang sudah ditetapkan, merek sendiri yang akan kerepotan. Disaat yang lain sudah liburan atau mereka sudah mengejar pelajaran yang lain mereka yang belum mencapai CP masih sibuk untuk mencapai CP yang belum terpenuhi. 

 

Baca Juga:
Bumi Menangis Namun Langit Bahagia Saat Orang Ini Meninggal Dunia

Bumi Menangis Namun Langit Bahagia Saat Orang Ini Meninggal Dunia

Religi      

11 Nov 2021 | 1489 Kak Edi


KH Ahmad Baharuddin Nursalim atau Gus Baha mengatakan bumi akan menangis sementara langit bahagia. Menurut Gus Baha, bumi menangis dan langit bahagia terjadi apabila ...

Pendidikan Anak Usia Dini dengan Metode Montessori

Pendidikan Anak Usia Dini dengan Metode Montessori

Nasional      

5 Jan 2023 | 398 Kak Edi


Satu lagi Alternatif Pendidikan untuk Anak anak Usia 3 sampai 6 tahun: Al Azhar Montessori yang berlokasi dikawasan setrasari Bandung tepatnya di Jalan Terusan dokter Sutami No 1 A Bandung. ...

Ini 3 Syarat Mendapat Syafaat Rasulullah SAW di Hari Kiamat, Apa Saja?

Ini 3 Syarat Mendapat Syafaat Rasulullah SAW di Hari Kiamat, Apa Saja?

Religi      

1 Maret 2023 | 435 Kak Edi


Ketika malaikat Israfil meniup terompetnya, semua makhluk di dunia akan mati kecuali yang dikehendaki Allah SWT. Pada hari kiamat nanti, seluruh dunia akan dibinasakan oleh ...

Stop Bicara Jaga Lisan Jangan Suka Bergosip

Stop Bicara Jaga Lisan Jangan Suka Bergosip

Religi      

14 Jul 2020 | 2423 Kak Edi


Manusia sebagai makhluk sosial yang hidup bermasyarakat membutuhkan pengakuan atas keberadaannya di dalam suatu kelompok. Keadaan seperti inilah yang terkdang membuat setiap orang bergaul ...

Jadi Menteri Hingga Ketua DPR, Puan Jadi Calon Kuat dari PDIP di Pilpres 2024

Jadi Menteri Hingga Ketua DPR, Puan Jadi Calon Kuat dari PDIP di Pilpres 2024

Nasional      

24 Mei 2021 | 798 Kak Edi


Nama Puan Maharani menjadi calon kuat dari partai pimpinan Megawati yaitu PDIP, pengalamannya sebagai Menteri dan Ketua DPR tentu sudah cukup membuat Puan Maju di Pilpres 2024. Sebagai anak ...

Menguak Maksud Tersembunyi di Balik Cawe-Cawe Presiden Jokowi

Menguak Maksud Tersembunyi di Balik Cawe-Cawe Presiden Jokowi

Nasional      

27 Sep 2023 | 201 Kak Min


Semakin dekat masa jabatan seorang pemimpin, semakin besar tekanan untuk menentukan siapa yang akan menggantikannya. Tidak terkecuali bagi seorang presiden seperti Jokowi, yang kini tengah ...