RajaKomen

KPK Bidik Pejabat Kemensos dan DPR Terkait Kasus Korupsi Dana Bansos

27 Okt 2021  |  1377x | Ditulis oleh : Kak Edi
KPK Bidik Pejabat Kemensos dan DPR Terkait Kasus Korupsi Dana Bansos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus garong uang rakyat alias korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Selasa, 26 Oktober 2021.

Disebutkan, kini penyidik KPK tengah membidik sejumlah pejabat di Kementerian Sosial dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Hal itu menindaklanjuti fakta persidangan dengan terdakwa mantan Menteri Sosial (Menss) Juliari Peter Batubara dan antek-anteknya yang merembet ke sejumlah nama pejabat di Kemensos maupun DPR.

“Itu semua sudah dilakukan penyelidikan. Nanti, misalnya bukti-buktinya sudah cukup kuat didukung keterangan saksi, nanti akan diekspose ke pimpinan untuk menentukan apakah yang bersangkutan itu bisa dinaikkan ke penyidikan dan ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Untuk itu, KPK menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit penyaluran bansos.

Soalnya KPK mendapat informasi dari masyarakat mengenai perbedaan harga paket bansos.

“Kita juga menggandeng BPKP untuk mengaudit investigasi penyaluran bansos tersebut,” ujarnya.

Dalam proses persidangan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara sejumlah nama di lingkaran Kemensos dan DPR disebut terlibat dalam kasus korupsi bansos Covid-19.

Juliari disebut membagi jumlah alokasi kuota 1,9 juta paket bansos Covid-19 menjadi beberapa kelompok penyedia.

Sebanyak 1 juta paket diberikan kepada kelompok Herman Hery/Ivo Wongkaren; 400 ribu kuota untuk grup Ihsan Yunus/Iman Ikram/Agustri Yogasmara; 300 ribu kuota untuk kepentingan Bina Lingkungan; dan 200 ribu paket untuk Juliari sendiri.

Adapun KPK sudah memintai keterangan atau klarifikasi Juliari dan Ketua Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Herman Hery dalam proses penyelidikan baru ini.(dbs)

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Keamanan Website dan SEO: Perlunya Proteksi Data dalam Bisnis Digital

Keamanan Website dan SEO: Perlunya Proteksi Data dalam Bisnis Digital

Pendidikan      

19 Feb 2024 | 77 Kak Edi


Dalam era digital yang terus berkembang, keberadaan sebuah situs web bukan hanya sebagai representasi bisnis secara online tetapi juga sebagai salah satu aspek terpenting dalam strategi ...

Jangan Anggap Sepele Tawon dan Kerajaannya

Jangan Anggap Sepele Tawon dan Kerajaannya

Nasional      

6 Jun 2020 | 1753 Kak Edi


Tawon adalah hewan atau binatang atau serangga kecil yang menyengat dan sangat menggangu. Jika kita sedang melakukan aktifitas dan terlihat ada seekor tawon tentu saja akan sangat ...

3 Ciri Suami yang Membawa Keluarga ke Surga

3 Ciri Suami yang Membawa Keluarga ke Surga

Religi      

9 Jul 2021 | 992 Kak Edi


Dalam menjalankan rumah tangga, suami memiliki kewajiban yang harus ditunaikan untuk keluarganya. Tidak hanya berkaitan dengan nafkah, seorang suami juga memiliki kewajiban penting yaitu ...

Pintu Aplikasi Crypto Terbaik dan Cocok untuk Pemula

Pintu Aplikasi Crypto Terbaik dan Cocok untuk Pemula

Tips      

26 Jan 2022 | 1208 Kak Edi


Di jaman digital seperti sekarang ini sudah banyak sekali orang menggunakan aplikasi crypto, banyak orang yang membicarakan tentang mata uang crypto. Karena crypto sendiri adalah termasuk ...

Rahasia Jantung Sehat Adalah Dengan Rutin Lakukan 5 Kebiasaan Ini Mulai Dari Sekarang

Rahasia Jantung Sehat Adalah Dengan Rutin Lakukan 5 Kebiasaan Ini Mulai Dari Sekarang

Kesehatan      

6 Okt 2023 | 806 Kak Edi


Jantung merupakan organ penting yang bertugas memompa darah beroksigen ke seluruh tubuh dan memastikan sel-sel tubuh mendapat pasokan oksigen yang cukup. Jantung orang dewasa ...

3 Cara Membuat Link WhatsApp Agar Bisa Langsung Chat Tanpa Simpan Nomor

3 Cara Membuat Link WhatsApp Agar Bisa Langsung Chat Tanpa Simpan Nomor

Tips      

10 Sep 2022 | 540 Kak Edi


Mengirim pesan atau panggilan WhatsApp (WA) ke kontak yang belum disimpan, cukup rumit. Pasalnya, pengguna harus lebih dulu menyimpan kontak calon penerima pesan lebih dulu, baru bisa ...