RajaKomen

Hikmah Umur Pendek Umat Nabi Muhammad

18 Des 2021  |  1232x | Ditulis oleh : Kak Edi
Hikmah Umur Pendek Umat Nabi Muhammad

Allah Subhanahu wa ta’ala menakdirkan bahwa umur atau usia umat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, tidak sepanjang umur umat terdahulu. Yang demikian mengandung hikmah yang terkadang tidak diketahui oleh hambanya.

Dilansir kalamsindo, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.” (HR At-Tirmidzi)

Maksud dari hadis ini adalah bahwa keumuman ajal umat Rasulullah ini antara umur 60 hingga 70 tahun, dengan bukti keadaan yang bisa disaksikan. Di antara umat ini ada yang (mati) sebelum mencapai umur 60 tahun. Ini termasuk dari rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala dan kasih sayang-Nya supaya umat ini tidak terlibat dengan kehidupan dunia kecuali sebentar. Sebab, umur, badan dan rezeki umat-umat terdahulu lebih besar sekian kali lipat dibandingkan umat ini.

Seperti kita ketahui dalam literatur peradaban manusia, umat nabi-nabi terdahulu ada yang diberi umur hingga seribu tahun, panjang tubuhnya mencapai lebih dari 80 hasta atau kurang.

Satu biji gandum besarnya seperti pinggang sapi. Mereka mengambil dari kehidupan dunia sesuai dengan jasad dan umur mereka, sehingga mereka sombong dan berpaling dari Allah Ta’ala.

Manusia pun terus mengalami penurunan bentuk fisik, rezeki, dan ajal. Menukil ucapan Imam ath-Thibi rahimahullah seperti dalam Faidhul Qadir Syarh al-Jami’ ash-Shaghir mengatakan, sebagai umat yang terakhir, yang mengambil rezeki sedikit, dengan badan yang lemah dan pada masa yang pendek, supaya mereka tidak menyombongkan diri. Ini termasuk kasih sayang Allah Ta’ala terhadap mereka.

Jangan Menunda Amal Saleh Waktu adalah sesuatu yang terpenting untuk diperhatikan. Jika ia berlalu tak akan mungkin kembali. Setiap hari dari waktu kita berlalu, berarti ajal semakin dekat. Umur merupakan nikmat yang seseorang akan ditanya tentangnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” (HR. At-Tirmidzi)

Begitu singkatnya waktu, maka kita jangan menunda-nunda untuk beramal saleh. Karena kita, tidak akan pernah tahu, apakah berumur panjang atau tidak. Seandainya ditakdirkan panjang umur, apa ada jaminan kita akan sadar? Atau justru akan bertambah kesesatannya di dunia?

Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّ اللّٰهَ عِنۡدَهٗ عِلۡمُ السَّاعَةِ‌ ۚ وَيُنَزِّلُ الۡغَيۡثَ‌ ۚ وَيَعۡلَمُ مَا فِى الۡاَرۡحَامِ‌ ؕ وَمَا تَدۡرِىۡ نَفۡسٌ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدًا‌ ؕ وَّمَا تَدۡرِىۡ نَـفۡسٌۢ بِاَىِّ اَرۡضٍ تَمُوۡتُ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ
“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya angan-angan adalah modal utama orang-orang yang bangkrut.” (Ma’alim Fi Thariqi Thalabil ‘Ilmi hal. 32)

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْـمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لـِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لـِمَوْتِكَ

“Apabila engkau berada di waktu sore janganlah menunggu (menunda beramal) di waktu pagi. Dan jika berada di waktu pagi, janganlah menunda (beramal) di waktu sore. Gunakanlah masa sehatmu untuk masa sakitmu dan kesempatan hidupmu untuk saat kematianmu.” (HR. al-Bukhari)

Selagi kesempatan masih diberikan, jangan menunda-nunda lagi. Karena manusia terbaik adalah yang mengisi waktu-waktunya dengan amalan yang mengantarkan kepada kebaikan dunia dan akhiratnya.   (hajinews)

Baca Juga:
Rudy Gunawan

Polda Metro Jaya Sukses Bekuk Rudy Gunawan, Buronan Kasus Penipuan Sekolah Bisnis

Nasional      

3 Agu 2023 | 621 Kak Min


JAKARTA – Berdasarkan Laporan Kepolisian No LP/1102/III/2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 1 Maret 2018, terkait tindak pidana penipuan, penggelapan, dan TPPU, Kepolisian Ditreskrimsus ...

Toko Hijab yang Murah dan Terlengkap

Toko Hijab yang Murah dan Terlengkap

Tips      

23 Feb 2021 | 988 Kak Edi


Banyak sekali toko online yang berkembang sekarang ini, terutama toko hijab dan busana muslim. Material hijab sudah mulai beragam dan macam-macam warna, corak dan model. Kalau dulu sih ...

Karakter Buruk Manusia yang Dipaparkan Alquran

Karakter Buruk Manusia yang Dipaparkan Alquran

Religi      

18 Agu 2021 | 1423 Kak Edi


Ada empat karakter buruk manusia yang diungkap Alquran. Karakter buruk yang jika tidak diobati akan merugikan manusia itu sendiri. Pertama, mengeluh dan kikir. Allah SWT ...

Indonesia Emas 2045, Bukanlah Semata Slogan Indah yang Hampa

Indonesia Emas 2045, Bukanlah Semata Slogan Indah yang Hampa

Lifestyle      

7 Feb 2024 | 28 Kak Edi


Pada tahun 2045, Indonesia akan memasuki usia emas. Pada masa itu, Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju dan salah satu dari lima kekuatan ekonomi dunia. Pada tahun tersebut, ...

Jual Beli Emas Jogja Berkilau yang Terpercaya Mudah Tanpa Ribet

Jual Beli Emas Jogja Berkilau yang Terpercaya Mudah Tanpa Ribet

Lifestyle      

20 Jun 2023 | 848 Kak Edi


Jogja adalah kota yang terkenal dengan kekayaan budayanya, sekarang menjadi tempat yang menarik untuk para pecinta emas. Bagi anda yang memiliki emas warisan yang berharga atau hasil dari ...

Bocah Berlari Ketakutan saat Erupsi Gunung Semeru, Selamat dan Bisa Bertemu Orangtua

Bocah Berlari Ketakutan saat Erupsi Gunung Semeru, Selamat dan Bisa Bertemu Orangtua

Nasional      

11 Des 2021 | 1404 Kak Edi


Di video itu terlihat orang-orang berhamburan keluar rumah dan berlari ketakutan. Termasuk anak-anak yang ikut berlari berusaha menyelamatkan diri dari awan panas saat Gunung Semeru ...