RajaKomen

Anies Baswedan Dipuji Naikkan UMP DKI Sampai 5,1%, Kemenaker ‘Ancam’ Ada Sanksi dari Kemendagri?

21 Des 2021  |  296x | Ditulis oleh : Kak Edi
Anies Baswedan Dipuji Naikkan UMP DKI Sampai 5,1%, Kemenaker ‘Ancam’ Ada Sanksi dari Kemendagri?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat pujian kubu pekerja setelah menaikkan nilai upah minimum provinsi (UMP) 2022 sampai 5,1 persen. Padahal sebelumnya kenaikan UMP DKI Jakarta 2022 hanya 0,8 persen, lebih rendah dari rentang rerata yang disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan yakni 1,09 persen.

Walau keputusan Anies disambut baik kaum pekerja, Kemenaker rupanya malah menyayangkannya. Sebab menurut Kemenaker kenaikan UMP DKI Jakarta sampai 5,1 persen merupakan bentuk pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Kemenaker sangat menyayangkan sikap tersebut, yang menaikkan UMP tidak sesuai aturan yang berlaku,” kata Kepala Biro Humas Kemenaker, Chairul Fadhly Harahap, Senin (20/12).
PP 36/2021 sendiri merupakan salah satu aturan turunan dari Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja yang saat ini dalam proses revisi sesuai arahan Mahkamah Konstitusi.

“Karena menurut hemat saya, selayaknya amanat undang-undang tang telah resmi menjadi acuan di negara kita,” terang Chairul. “Menjadi bagian yang harus ditegakkan dan dilaksanakan sesuai aturannya.”

Oleh karenanya, Chairul mendorong setiap pemerintah daerah untuk menerapkan nilai upah minimum 2022 sesuai dengan peraturan yang berlaku, yakni PP 36/2021. Sedangkan terkait sikap Anies, Chairul menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

“Kami mengimbau agar harus dilaksanakan sesuai PP 36/2021, karena itu amanat undang-undang. Kalau Kemnaker menegur, pasti ada wilayah yang harus ditaati dalam bernegara. Kami berkoordinasi dengan Kemendagri dalam hal ini,” tegas Chairul.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Kompas.id, Sekretaris Jenderal Kemenaker, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa ada sanksi yang mengancam bagi kepala daerah yang menetapkan UMP di luar PP 36/2021. Nantinya kepala daerah yang bersangkutan akan dikenai sanksi sesuai UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan domain Kemendagri.

“Sanksinya akan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, itu yang akan dijadikan pegangan. Jadi terkait kepatuhan ini, nanti akan menjadi ranahnya Kementerian Dalam Negeri,” tutur Anwar pada 23 November 2021.

Menurutnya, sanksi yang bisa diberikan mulai dari teguran tertulis, pemberhentian sementara, sampai pemberhentian permanen. Mendagri pun sudah menyampaikan sanksi bagi gubernur yang tidak memenuhi kebijakan pengupahan dalam surat edaran terkait.

(hajinews)

Baca Juga:
9 Wisata Kekinian Yang Ada Di Indonesia, Instagrammable Banget!

9 Wisata Kekinian Yang Ada Di Indonesia, Instagrammable Banget!

Pariwisata      

10 Jun 2020 | 781 Kak Edi


Apakah setelah wabah Anda sudah membuat rencana untuk berliburan dan pergi ke tempat wisata kekinian yang ada di indonesia? Berikut adalah tempat wisata yang Instagrammable untuk Anda ...

Perlu Di Ingat! Ini Nilai Kadar Gula Darah Normal Dalam Tubuh Kita

Perlu Di Ingat! Ini Nilai Kadar Gula Darah Normal Dalam Tubuh Kita

Kesehatan      

2 Sep 2021 | 652 Kak Edi


Kadar gula darah normal bisa menurunkan risiko diabetes melitus. Ini nilai kadar gula darah normal dalam tubuh yang harus Anda ketahui. Sebagian orang mungkin masih abai ...

Pilih Cloud Storage Aman Murah dan Terbaik Di Indoneisa

Pilih Cloud Storage Aman Murah dan Terbaik Di Indoneisa

Tips      

28 Okt 2021 | 561 Kak Edi


Jaman sekarang dan diera digital seperti sekarang ini hampir semua kegiatan manusia dibantu dengan komputer, karena dengan komputer manusia bisa dibilang sudah bisa menyimpan segala sesuatu ...

3 Surah Pendek dengan Keutamaan Luar Biasa

3 Surah Pendek dengan Keutamaan Luar Biasa

Religi      

16 Maret 2022 | 330 Kak Edi


Membaca alquran memiliki keutamaan luar biasa. Apalagi kalau diamalkan setiap hari. Di dalam alquran semua surah memiliki keutamaan masing-masing. Tak hanya surah yang panjang, ada juga ...

Indra Penciuman dan Perasa Hilang? Coba 3 Bahan Alami Ini

Indra Penciuman dan Perasa Hilang? Coba 3 Bahan Alami Ini

Kesehatan      

3 Jul 2021 | 366 Kak Edi


Pemerintah kembali menerapkan aturan baru terkait dengan masih banyaknya masyarakat yang terpapar virus corona. Virus corona Covid-19 menghadirkan berbagai gejala, salah satu yang ...

Menangislah Karena Takut Di Azab

Menangislah Karena Takut Di Azab

Religi      

4 Agu 2021 | 378 Kak Edi


SEMUA orang pasti pernah menangis. Namun, tidak banyak orang yang menangis karena Allah, takut akan azab-Nya yang dahsyat, dan khawatir jika amal salihnya tidak diterima ...