Tryout.id

Agama atau Pancasila Siapa yang Bisa Jawab?

18 Jun 2021  |  240x | Ditulis oleh : Kak Edi
Agama atau Pancasila Siapa yang Bisa Jawab?

Ketua KPK Firli Bahuri gelisah dan kesulitan ketika ditanya oleh Aiman Witjaksono dalam acara Aiman di KompasTV saat  harus memilih antara Agama atau Pancasila?

Awalnya ia keberatan untuk menjawab namun karena terdesak maka jawabannya ternyata bukan memilih melainkan menjelaskan bahwa Pancasila itu satu garis tegak lurus dengan agama.

Ketika Aiman mengingatkan bahwa yang terjadi saat Tes Wawasan Kebangsaan pegawai KPK adalah harus memilih, maka Firli Bahuri tak bersedia menjawab. Iapun hanya menyatakan bahwa dirinya pernah menerima pertanyaan yang  sama saat tes dan akhirnya lolos.

Entah tes apa, serupakah itu dengan keharusan memilih agama dan Pancasila? Atau sekadar pandangan mengenai agama dan Pancasila? Firli sendiri kerepotan harus memilih Pancasila atau agama, sebab bagai makan buah simalakama.

Jika jawab agama maka capnya bisa anti Pancasila, bila menjawab Pancasila sama saja dengan menafikan keyakinan agama. Artinya rusak keimanan.

Jika Ketua KPK saja tak mampu menjawab, maka dipastikan peserta tes wawasan kebangsaan pegawai KPK pun akan sama  kesulitan untuk menjawab. Dan itu dapat menyebabkan ia atau mereka “tidak lolos”. Pertanyaan model ini yang antara lain menjadi perhatian Komnas HAM saat menerima pengaduan 75 pegawai KPK yang tidak lolos.

Pertanyaan seperti itu tendensinya adalah agar memilih Pancasila. Tapi ini pertanyaan gaya komunis yang ingin mengecilkan arti agama. Persis seperti DN Aidit yang membuat buku Membela Pancasila tahun 1964 di mana paham komunisme Aidit adalah membenci agama. Agama merupakan candu yang harus diberantas.

Brain Washing

Pertanyaan tendensius seperti ini juga menjadi model proses brain washing di lingkungan pendidikan negara China, termasuk di Kamp Pendidikan Ulang Xinjiang untuk meng-komuniskan satu juta muslim Uyghur.

Dulu juga Tentara Khmer Merah pimpinan Pol Pot memaksakan penghafalan kategori-kategori kepada penduduk Kamboja agar bersih paham dan pikiran selain komunisme.

Pertanyaan bebas moral lain seperti LGBT, pacaran, hasrat seksual yang juga tak relevan dengan pemberantasan korupsi berpadu dengan anti gerakan keagamaan FPI, HTI, serta kacau dan pencampuradukkan paham keagamaan seperti soal qunut, ucapan natal dan donor darah agama lain. Betapa picik dan tendensiusnya konten TWK untuk pegawai KPK tersebut.

Firli dan pimpiban KPK lain mangkir dua kali atas pemanggilan Komnas HAM. Sangat diduga kuat terjadi pelanggaran HAM dalam kasus ini. KPK bukan menjadi lembaga pemberantas korupsi tetapi pemberantas agama dan nilai-nilai moral. Adakah komunisme menyusup ke lembaga anti ruswah ini?

Firli harus bertanggung jawab sebagai pimpinan KPK. Dengan sandaran moral, agama, dan Pancasila maka adanya kasus TWK yang telah dinilai negatif oleh publik dan terjadi pemeriksaan oleh Komnas HAM maka sudah sangat layak sebagai awal langkah pelajaran berharga adalah Komjen Pol Firli Bahuri harus segera dipecat.

KPK melemah dan terus menjadi objek pengkritisan publik di bawah kepemimpinan Firli Bahuri. Adakah pengangkatan Firli itu menjadi bagian dari misi penyusupan untuk penghancuran?  Atau memang Firli adalah figur lemah yang dihancurkan oleh kepentingan pihak ketiga yaitu  taipan, kelompok pro koruptor, atau istana sendiri?

Pertanyaan seperti itu adalah politik jebakan dan jeratan telah dilakukan. Agama dibenturkan dengan Pancasila. Bukan saja picik tetapi a-historis serta mencurigai agama sebagai perusak bangsa dan negara.

Jika demikian maka wajar jika ada penilaian bahwa saat ini komunisme memang telah berhasil menyusup ke ruang kekuasaan. Elite kekuasaan menjadi pendukung atau pejuang kebangkitan komunisme di Indonesia. KPK pun turut tercemar.

Agama atau Pancasila? Jawablah komunis,  niscaya mereka akan bahagia. (*) -hajinews-

Bandung, 16 Juni 2021

Berita Terkait
Baca Juga:
Pentingnya Pergi Berdua Supaya Rumah Tangga Makin Romantis

Pentingnya Pergi Berdua Supaya Rumah Tangga Makin Romantis

Tips      

22 Maret 2021 | 411 Kak Edi


Seberapa pentingkah menurut anda jika kita melakukan perjalanan romantis hanya berdua saja dengan pasangan tanpa anak-anak, setelah menikah selama bertahun-tahun dengan pasangan? Sebelum ...

Mengapa Bisa Merindukan Orang Lain? Ini yang Terjadi

Mengapa Bisa Merindukan Orang Lain? Ini yang Terjadi

Kesehatan      

30 Jun 2020 | 629 Kak Edi


Semua orang mungkin pernah terbersit rasa merindu terhadap orang lain yang bukan pasangannya, saya ada seseorang yang bilang kepada saya bahwa dia sedang merindukan seseorang dan kenapa ...

Teman Yang Jahat Akan Menjauhkan Kita dari Allah

Teman Yang Jahat Akan Menjauhkan Kita dari Allah

Religi      

15 Jun 2020 | 993 Kak Edi


Memilih teman dalam pergaulan itu sangat dianjurkan, karena teman yang baik tentu akan sangat berpengaruh untuk kehidupan kita sehari-hari, begitupun jika berteman dengan teman yang jahat ...

Mau Kuliah Di Luar Negeri dengan Beasiswa GKS Bisa

Mau Kuliah Di Luar Negeri dengan Beasiswa GKS Bisa

Kampus      

11 Des 2021 | 159 Kak Edi


Jika anda berminat untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, tentu saja anda harus mempersipakan segala sesuatunya dengan matang dan baik. Anda juga harus mempersiapkan hal-hal apa saja yang ...

Sering Muncul di Drakor, Begini Cara Membuat Kimchi di Rumah. Simpel untuk Dibuat

Sering Muncul di Drakor, Begini Cara Membuat Kimchi di Rumah. Simpel untuk Dibuat

Kuliner      

30 Okt 2020 | 618 Kak Min


Aghil - Saat menonton Drama Korea, kimchi menjadi salah satu makanan yang sering muncul. Hal ini memang wajar, karena kimchi memang salah satu makanan khas Korea Selatan. Kimchi merupakan ...

Manusia yang Terhalang Pintu Tobat

Manusia yang Terhalang Pintu Tobat

Religi      

23 Agu 2021 | 390 Kak Edi


Ada seseorang yang hatinya tidak lagi menganggap kemaksiatan sebagai perkara buruk karena telah menjadi kebiasaan. Sampai-sampai dia berbangga diri dengan kemaksiatannya, maka orang ...