Ada yang sedikit tercecer di 2009 yang belum ditulis, padahal menurut saya penting, yaitu mengikuti proses women tribunal. Jadi gak papa deh telat dikit. Jadi saya dapat undangan untuk menghadiri sebuah acara dengan tajuk ‘ Pengadilan perempuan untuk perdagangan orang , migrasi dan HIV/AIDS’ . Penasaran? Pastinya.
Karena belum terpikirkan atau membayangkan akan seperti acaranya, maka saya datang. Acaranya di gedung PPHUI dekat pasar festival, ruangan yang digunakan seperti ruang teater dan dingin. Harapan saya saat itu bakalan ada simulasi pengadilan biasa dengan kasus-kasus yang melibatkan perempuan sebagai korban untuk ketiga hal yang tadi disebut diatas. Tapi ternyata tidak.
Ruangan yang dingin itu dibagi dua bagian yang di depan ada barisan ahli dalam urusan migrasi/ buruh migrant, urusan trafiking dan pendampingan hukum, serta ahli yang berpengetahuan tentang HIV/AIDS dan hak kesehatan. Selain ada barisan ahli di sisi kiri ada para survivor dengan pendampingnya yang akan memberikan kesaksian atau testimoni. Para undangan tentu saja ada di tribun.
Beberapa testimoni yang bisa saya catat di twitter saya adalah sebagai berikut, baik testimoni maupun komentar ahli:
Testimoni buruh migran perempuan yg diperdagangkan di malaysia#pengadilanperempuan
Pusat layanan terpadu unt korbantrafikin,buruhmigran,hiv/aids saat ini sifatnya msh pertolongan 1, bukan jangkapanjang#pengadilanperempuan8:09 PM Dec 21st, 2009 from mobile web
Mbak N,mantan buruhmigran yg terpapar HIV ingin skali bekerja di hongkong,tp status HIVnya membuat dia tdk bs pergi#pengadilanperempuan8:06 PM Dec 21st, 2009 from mobile web
Di film yg sama PJTKI menganggap bhw trafiking adl ancaman buat bisnis mereka? #pengadilanperempuan8:03 PM Dec 21st, 2009 from mobile web
td di film 'perdagangan perempuan,tanggung jawab siapa?',slh satu survivor blg kl konjenRI tdk membantu buruh migran yg mengalami kekerasan7:10 PM Dec 21st, 2009 from Seesmic
tadi adalah women tribunal untuk kasus perdagangan perempuan (trafiking), buruh migran dan HIV/AIDS #pengadilanperempuan3:20 PM Dec 21st, 2009 from Seesmic#pengadilan perempuan tadi aslinya adalah women tribunal yang agak berbeda dr proses peradilan biasanya. bahasa indonesianya sdh pas gak?3:19 PM Dec 21st, 2009 from Seesmic
budaya menyalahkan korban, yang rentan tambah rentan. yang rapuh malah jatuh #pengadilanperempuan11:49 AM Dec 21st, 2009 from Seesmic
bantuan hukum di luar negeri entah dari deplu atau konjen belum memadai unt korban trafiking #pengadilanperempuan11:40 AM Dec 21st, 2009 from Seesmic
jgn dikira mreka yang ditrafiking slalu ilegal.dr ketiga survivor dlm#pengadilanperempuan , semua jalurnya resmi melalui pjtki11:31 AM Dec 21st, 2009 from Seesmicibu D,PRT di Kuwait awalnya.dites HIV dgn jarum suntik yg digunakan unt buruh migran lainnya.kini dia terpapar.#pengadilanperempuan11:14 AM Dec 21st, 2009 from mobile web
Mbak H diperdagangkan jalur Jkt-Dubai ke Kurdistan.gaji&hak tdk layak, mjd cleaning service satu2nya melayani 4 kantor#pengadilanperempuan
Testimoni kedua pekerja rumah tangga korban trafiking di Dubai#pengadilanperempuan10:54 AM Dec 21st, 2009 from mobile webTestimoni buruh migran perempuan yg diperdagangkan di malaysia#pengadilanperempuan10:51 AM Dec 21st, 2009 from mobile web
Selain itu sempat ada pemutaran film produksi Solidaritas Perempuan tentang Trafiking : Tanggung Jawab Siapa?. Sampai acara menjelang sore saya baru sadar kalau ini yang namanya proses Women Tribunal yang tentunya berbeda dengan proses pengadilan biasa. Dalam proses ini testimoni survivor penting dan media disarankan untuk tidak mengambil gambar demi kenyamanan survivor yang tadinya adalah korban trafiking baik untuk tujuan menjadi PRT maupun eksploitasi seksual serta individu terpapar HIV. Pengalaman dan pengetahuan baru buat saya di akhir 2009.
sumber gambar
Comments
Post new comment