User login

Connect
Sign in using Facebook

Menggandeng Blogger dalam Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Menggandeng blogger atau narablog untuk mengkampanyekan isu perempuan? Kenapa tidak? Tapi ingat ada beberapa hal unik yang harus dipahami wahai lembaga atau pegiat isu perempuan :D. Semacam tips? Ehm, bisa jadi.

Saya bukan bagian dari kelompok yang disebut sebagai seleb di dunia online, juga bukan ‘influencer’ atau ‘buzzer’. Hanya senang menulis dengan isu yang mungkin spesifik. Isu perempuan. Senang rasanya bisa berinteraksi dengan teman-teman blogger dan komunitasnya yang masing-masing unik. Dan, oh, itu gak cuma blogger, mereka onliners-lah atau online citizen. Dimana facebook, twitter bahkan plurk menjadi salah satu bagiannya.

Sisi lain saya juga memiliki pekerjaan, sebutlah gender and development enthusiast, dengan ruang lingkup pekerjaan mulai dari penelitian, penulisan sampai fasilitasi hal-hal yang berkait dengan gender dan pembangunan atau ehm, pengarusutamaan gender. Saya suka menulis, walau dalam tataran yang belum semahir teman-teman lainnya. Sebelumnya saya pernah jadi jurnalis dan tentu saja menulis adalah bagian dari profesi itu. (bagian ini gak penting :D)


Berada dalam sisi- sisi yang berbeda dan beragam seperti ini adalah kebanggaan dan gak ada itu namanya ‘merasa berderajat lebih tinggi'. Ingat pendidikan orang dewasa donk, semua indivividu memiliki pengalaman. Itu poin pertama bagi anda para pegiat non profit terutama di isu perempuan yang ingin ‘menggandeng’ online citizen sebagai bagian dari kampanye misalnya. Jangan pernah berpikir anda merasa 'lebih'. Posisi antara lembaga anda dengan blogger itu setara ;)


Kedua, jangan suka mengatur. “ Saya nanti maunya mereka menulis” , “ blog-nya ramai enggak ya?” , “ tapi dia nanti harus nulis lho ya, saya gak mau ngundang cuma ngundang aja”. Yuhuuuu! Siapa sih kamu kok ngatur? gak bakalan berhasil deh yang begini. Gak percaya? baca ini dan ini .

Ingatlah kedudukan anda dan rekan blogger itu setara. Dia mau nulis  atau enggak, itu hak mereka. Syukur, dia mau datang ke acara yang mungkin ‘asing’ bagi mereka itu. Apalagi ini isu perempuan, gender, feminisme. Kalau kata teman saya, “kasih alasan donk, mbak. Kenapa saya butuh terhadap isu itu”. Ini kenal isunya aja belum, dibebani menulis lagi. Oh dan baru ketemu sekali. Biasanya sih, kumpul-kumpul dan makan-makan itu acara utama :D. Di poin kedua ini, jadilah bagian dari komunitas itu, kalau mau hasilnya lebih maksimal.


Ehm, yang ketiga. Soal uang. Okelah, saya menulis sebagai bagian dari profesi. Tapi untuk menulis di blog misalnya, ya kadang gak masalah saya tidak dibayar, toh isunya sesuai dengan ‘passion’ menulis saya, kalau berbayar pun atau istilahnya paid review ya dipilih deh yang masih ada kaitannya dengan tema di blog-nya. Jadi bukan melulu soal uang, oke? *tadi sore saya baru mengalaminya, niat bantu eh malah ngomong fee. Ayolah, saya juga punya pekerjaan lain, kaliiii*.

Tapi kemudian jadilah tulisan ini, sedikit berbagi dari pengalaman mengamati dan memahami. Semoga sih bisa bermanfaat bagi teman-teman pegiat isu perempuan yang ingin menggandeng blogger dalam kampanye isunya.

gambar diunduh dari sini

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options