Tentang 2010 (3) : Kesukaan

Postingan sebelumnya soal apa yang saya kerjakan. Selanjutnya saya akan nulis soal apa yang yang saya sukai ketika berkesempatan ke daerah, tentu saja (jika ada waktu) saya akan ke pasar. Beli oleh-oleh? ehm,jarang biasanya motretin aktivitas yang ada di pasar. Ada beberapa barang yang saya kumpulkan ketika mengunjugi suatu tempat adalah kain,kopi dan makanan.

Kain, ya saya pengumpul kain. Tidak sebanyak yang lain, tapi saya sempatkan jika ada kain khas/ tradisional di daerah tersebut dan ada perajinnya, saya mesti pengen :D #pengenan. Kain-kain ini tentu saja menambah sedikit wawasan, kalau batik itu gak cuma motif parang kusumo aja :D . Saya lebih suka kain batik katun, kalau yang sutra klunyur-klunyur gitu selain mahal, juga bikin geli di kulit berbulu ini, hihihi. 

Walhasil, saya punya beberapa koleksi kain dari NTT (tentu ini yang paling banyak), Ambon, sarung Makassar, Kain Kerawang Gorontalo, Batik Palangkaraya dengan motif batang garing. Songket dari Medan, Batik Papua, Sasirangan Kalsel, Sarung Samarinda yang saya beli di Banda Aceh, hahaha. Menarik kan kain-kain ini? 

Lalu, kopi.Saya bukan peminum kopi hitam tapi suka beli kopi hitam untuk dibagikan ke teman-teman yang hobi nongkrong di starbak :) ). Kenapa? sebagai penyeimbang yang lokal dan internasional donk.Beberapa kopi yang didapat beberapa waktu lalu (sayang gak ada fotonya, tepatnya keburu dibagi lupa difoto), adalah kopi jambi, kopi aceh dan ulee kareng, kopi prima-wamena, kopi jahe gorontalo (agak mirip dengan kopi dari Palu), kopi toraja. Satupun gak saya coba, tapi dapat kabar dari beberapa teman, kopi yang wamena itu nikmat ada rasa moka-mokanya gitu katanyah. 

Makanan, saya selalu mencari makanan khas. Entah kenapa makanan yang didapat dari penjual makanan kecil/warung selalu menyisakan cerita yang gak bakal didapet kalau makan di resto.Bisa dapet diskon sampai dikasi porsi yang gede. Atau tahu duluan kalau Kek Pisang Vila di Batam itu enak dan ternyata dia menang wirausaha apa gitu. Atau klapppertart dari Manado yang rasanya tiada duanya, tapi aku lupa nama tokonya. Di Gorontalo, kabarnya tidak ada buah tangan khas lokal, kemudian muncul pia kering adaptasi dari makanan khas Cina yang kemudian juga nge-hits. Kalau Medan, semua orang pasti tahu bika dan bolu meranti,juga ada sarikaya yang enak untuk teman roti. 

Lain hari di Grobogan, saya nemu sirup lokal Kartika yang cukup hits disana, dan tentu saja puas-puasin makan garang asem, tapi gak nyobain swike sih.Sirup Kartika ini, saya lihat di warung indomi deket alun-alun Grobogan, herannya tak seorangpun dari kolega lokal yang bilang bawa ada sirup buatan lokal ini.Lainnya, karena negara ini kabarnya negara bahari (kaya sumber daya alamnya, tapi infrastrukturnya gak mendukung), maka ikan segar akan berserakan dimana-mana sepanjang Sulawesi sampai Papua, dan ikan tawar di Kalimantan Tengah, khusus dari Palangkaraya saya bawa udang ukurang besar 6 buah dengan harga 95ribu saja, makan sampai puas!.

Dari tiga bagian tulisan cerita di 2010 ini, saya bersyukur sekali diberi kesempatan untuk mengenal daerah-daerah ini. Cukup meyakinkan saya bahwa negara ini, masyarakatnya pekerja keras dan memiliki rasa sabaaarrr yang panjang, bahkan untuk menikmati listrik sekalipun.Jadi 2011 kira-kira gimana ceritanya? saya yakin akan lebih berwarna, buktinya saya mau nulis blog lagi nih :D

Related posts:

  1. Tentang 2010 (1) : Perjalanan
  2. Tentang 2010 (2): Pembelajaran
  3. Mengemas Nusantara Selera Ibukota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>