Adalah Kartini yang ingin berbagi dengan para sahabatnya di Belanda tentang apa dan bagaimana kondisi sosial di Indonesia saat itu. Tulisan-tulisan dalam surat yang menceritakan kondisinya dan lingkungan di sekitarnya itu, siapa nyana kelak akan didokumentasikan dan menjadi bagian penting bagi sejarah.
Entah ide dari siapa awalnya untuk berkirim surat dan menuangkan isi hati dan pikiran Kartini saat itu, dan sejarah mengatakan setelah Kartini wafat, tersebutlah Abendanon yang memiliki inisitif mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan Kartini pada teman-temannya di Eropa. Tentunya tak lepas dari kontroversi, mengingat posisi Abendanon saat itu sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda.
Dari surat-surat Kartini yang dikumpulkan tersebut, tergambarlah sejarah. Sejarah dimana patriarki menempatkan perempuan sebagai ‘konco wingking’, yang kemudian menjadikan Kartini sebagai ‘korban’ patriarki, yang tidak dapat mengaktualisasikan dirinya akibat lingkungan disekitarnya.
Kemudian saya mengetahui Saskia Wieringa yang menuliskan fakta dan informasi tentang gerakan perempuan di Indonesia. Siapa Saskia? Dia adalah salah salah satu pendiri Kartini Network, sebuah jaringan yang berbasis pada isu-isu perempuan. Dia adalah penulis buku ‘Penghancuran Gerakan Perempuan Di Indonesia’ yang merupakan referensi lengkap dalam menelusuri jejak-jejak gerakan perempuan di Indonesia yang selama ini seolah ‘lenyap’. Juga fakta tentang Gerwani.
Tulisan, dokumentasi dan sejarah menjadi bagian yang menarik dalam Kartini dan Saskia. Apa jadinya jika mereka tak menulis dan berbagi? Mungkin saya tidak tahu Kartini adalah korban poligami dan Gerwani bukan bagian dari PKI?
Ingatan saya ketika berbicara tentang dokumentasi dan sejarah adalah KITLV, sebuah organisasi yang yang melakukan riset dengan mengumpulkan berbagai informasi dan dokumentasi yang menggambarkan kondisi sejarah, Indonesia adalah salah satu wilayah kerjanya. Anda bisa melihat foto-foto jaman dahulu, informasi yang mungkin belum pernah ditemui disini. Menakjubkan bukan?
Seni pendokumentasian menjadi bagian penting dalam sebuah perkembangan dunia dimanapun anda berada, sayangnya tidak banyak yang sadar dan kurang dukungan.
Kini, melalui kompetiblog ini, berbagai tulisan dikumpulkan dan didokumentasikan mengulas tentang inovasi dari Belanda dari ragam perspektif. Mungkin saja ini nanti akan menjadi bagian dari perkembangan sejarah. Untuk itu saya menuliskan ini bahwa mungkin tulisan sederhana ini akan mengingatkan kembali tentang pentingnya dokumentasi dan sejarah, untuk mencari sebuah jejak yang mungkin lenyap. Dalam hal ini terutama tentang sejarah gerakan perempuan di Indonesia yang saya dapat dari Kartini dan Saskia.
Bujug buneng.. lama aja kagak pernah diapdet ini blog.. tuh liat, sarang laba2 di mana2. BERSIHKAAAAN!
mbak acara pb2010 kemarin jadi panitia ya? gimana sii caranyaa kalo mau ikutan jadi panitia untuk pesta blogger taun depan?
btw seru deh kmrn pb2010 nya!
@valencia iyaa betul
, kamu apa kabar?
. cara jadi panitia, sepertinya itu bergantung pada kebijakan chairman pestabloggernya
. wah, seneng banget kalau kamu enjoy pas acaranya, sampai ketemu taun depan yaaa
Dengan adanya ide ini, pembaca mungkin saja ingin bertemu dengan para-para sahabatnya di luar negri
Dengan adanya ide ini, pembaca mungkin saja ingin bertemu dengan para-para sahabatnya di luar negri
tidak hanya bertemu dengan para sahabat, tapi yang paling penting dokumentasi sejarah gerakan perempuan bisa diperkaya dan tidak hilang
wauww nice point of view.. Baru kepikiran kalau kompetisi ini merangkum inovasi Belanda.. Keren! Indonesia harus bikin juga.
yups bener tuh; kapan2 Indonesia juga harus bikin….salam kenal n terimakasih banget kalau mbak bersedia tukeran link or mampir balik..