Remaja adalah kelompok potensial dalam perubahan, dalam hal ini terkait dengan upaya meminimalisasi kekerasan yang terjadi di lingkungan mereka. Sebagai pemegang kunci masa depan, masa strategis pula ketika dalam proses kampanye, advokasi mereka dilibatkan.
Proses pelibatan ini dalam melakukan kampanye anti kekerasan sekaligus sebagai cara untuk transfer pengetahuan dan berbagi pengalaman bagaimana kelompok remaja menghadapi, mencegah dan berbuat untuk mewujudkan kehidupan anti kekerasan. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan berbasis gender, menyangkut kesehatan reproduksi, hak dalam mendapatkan pendidikan yang layak, informasi tentang HIV/AIDS dan lain sebagainya.
Dengan cara yang familiar dengan kelompok remaja, maka lomba poster adalah salah satu cara untuk proses yang disebutkan di atas dalam rangka memperkuat kampanye anti kekerasan yang dilakukan selama 16 hari dan dimulai pada tanggal 25 November 2008 ini, diharapkan dengan kegiatan ini keterlibatan kelompok remaja dapat mengekspresikan pengalaman mereka dalam memaknai anti kekerasan, sekarang tinggal para pemegang kebijakan untuk mau melihat dan memahami kebutuhan pemegang kunci masa depan ini.
*Lomba Poster ini merupakan kerjasama berbagai pihak-Lembaga Partisipasi Perempuan-UNFPA-Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan-Tim BK21-Dikmenti-Kalyanamitra-Bank Mandiri –Indonesia ACT
Related posts:
dear kakak pengasuh ayokesini,
kekerasan berbasis gender itu apa sih?
kekerasan berbasis gender adalah kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi yang kebanyakan terjadi di dalam rumah tangga, yang kebanyakan lagi menempatkan perempuan [nenek, istri, anak] dalam posisi obyek penderita.
kekerasan berbasis gender menjadi topik penting karena biasanya terjadi pemakluman atau dipandang bukan perkara umum / publik, tapi melulu urusan pribadi rumah tangga. pemukulan terhadap anak dan istri adalah urusan pribadi rumah tangga, bukan perkara masyarakat, dan bukan tindakan kriminal!
hidup akn!
Salut mudah-mudah pesan dan misinya sampai ke sasaran hingga tidak cuman sepenggal retorika lain diantara retorika-retorika politik yang bomb-ing seperti saat ini.