*ditulis oleh: Sari Oktafiana
Sebuah
kabar yang mengejutkan datang dari seorang kawan yang memutuskan untuk berpisah
dari kekasihnya. Setelah hubungan mereka berjalan 4 tahun. Cinta kasih harus
selesai saat itu pula. Apapula faktornya, bermacam-macam ada ego, ada nafsu
yaitu nafsu untuk saling kuasa dan menguasai dengan kata lain beda prinsip and
anything else.
Kabar yang lebih menghentak pula walaupun untuk
korupsi dan penyelewengan dana di perusahaan tempat adikku menjadi buruh
professional. Dalam dialog kami, yang merupakan keheranan bagiku,
membuatku untuk terus berpikir adalah “why do our eyes so green if we look money?
Everyone is difficult has sense of immunity with money although it isn’t our
right or behave. Or maybe money is so sweet and tenderly, isn’t it?”.
***
Mengapa
atas nama cinta orang sering menyalahgunakan?mengapa orang melakukan korupsi,
mengambil hak yang bukan semestinya?siapa yang salah apakah system yang secara
struktural memungkinkan orang untuk mengambil celah-celah dalam kesempitan, ato
memang secara psikologis, mental human from undeveloped country bila urusan
perut sudah mendesak, apa saja diterjang, Whatever? Sehingga mengambil sesuatu
yang bukan haknya bukanlah hal yang prinsipil teguh dipertahankan, sehingga
menjadi kebiasaan dan bukan pula hal yang berdosa bagi mereka yang mengaku
beragama dan religious. Ato memang korupsi sudah menjadi hak publik sehingga
semua orang mengaksesnya? Ato mungkin dari teori ethic, sebaiknya “mengamankan”
aja daripada keduluan, sehingga etika seakan sudah lenyap hanya tersisa
teori-nya doang diatas manuskrip dan telah kita simpan bukunya di rak buku
kita. And the end of ethics, be Realistic!
***
Next,
ada apa dengan cinta?mengapa pula dalam mecinta seringkali kita gagal. Apakah
tarik-menarik antara man that we love and a man that we dream isn’t matching
yet. Kita mencinta seseorang, kita punya harapan yang kita sandarkan atas
seseorang yang kita cintai. Dream dari orang yang kita cintai, adalah
keinginan-keinginan kita agar orang yang kita cintai memenuhi harapan kita,
orang yang kita cintai sesuai dengan selera orang tua kita, adik dan kakak
kita, pantas menurut penilaian sahabat, kawan-kawan kita, dan masyarakat. Kalo’
cinta berdasarkan dream jadi repot urusannya, panjanng kali lebar, lebar kali
tinggi, dan yang jelas gravitasinya luas sekali, banyak kisah percintaan sering
gagal bila sudah terbentur di wilayah ini, finally last conclusion “cinta aja
tak cukup”. Cinta tak pernah menjadi milik kita sendiri. Karena menurut teori
sosiologi ,cinta adalah tindakan social.
***
Bicara
cinta dan korupsi mengingatkan aku pada sebuah dialog lampau yang begitu manis
dengan murid-muridku ketika kami belajar tentang the history of
dalam alam semesta dan kehidupan. Based on the legend of Pang gu alam semesta
diciptakan dalam sebuah harmoni. Ketika telur terpecah, bumi, planet-planet
beredar pada orbitnya masing-masing, matahari dan bulan adalah salah satu
kekuatan penting bagi bumi, ada panas ada dingin, ada air, tanah, api, udara,
angin, dan gravitasi, ada laki-laki dan perempuan, ada atas dan bawah, ada awal
dan ada akhir, ada pertemuan dan ada perpisahan. Dan banyak hal dari filsafat
Yin yang. Muridku menanyakan padaku mengapa hanya ada dua warna dalam Yin yang,
Hitam dan putih saja. Padahal dunia ini begitu warna warni. Jujur aja aku agak
kebingungan, Mengajar anak umur 13 tahun, kritis,tapi kadangkala apa yang
dikatakan gurunya adalah sumber kebenaran baginya. It will be stayed in their
memory. Mereka mempertanyakan Apa salahnya dengan hitam dan putih, apakah hitam
itu selalu jahat, devil dan putih selalu benar it means right, the truth. Dalam
dialog itu kuakhiri dengan “Both Yin dan Yang are good, there is no problem
with black and white that’s only the symbol of the universe, Problem will come
if both yin and yang interrupt each others, and dominated each others. And
there is no balance in circumstances of the universe. ”
Kembali
dengan cinta dan korupsi, mengapa terjadi? Bila melihat dari perspektif yin dan
yang, mengapa selalu ada masalah dengan cinta? Dan mengapa terjadi korupsi? Apakah
memang kita sudah kehilangan ruang keseimbangan sehingga dunia seperti oposisi
biner, baik dan jahat. Bila ada masalah dalam percintaan dan korupsi apakah
nafsu untuk menguasai sudah mendominasi dalam diri kita, dan kita biarkan diri
kita dikuasai hasrat untuk mengambil hak sesama tanpa kendali. The end of
Yin Yang, the end of the balance and harmony of the universe.
Wallahu’lam
Bishowab.
at Tulungagung,
Sari
Oktafiana.
http://sarioktafiana.blogspot.com