Sofia Kartika's picture

Children are Vulnerable

Oleh : Sari Oktafiana

Karena anak –anak itu rawan. Itulah jawaban murid-muridku di kelas VII ketika kami berdiskusi mengapa harus ada hak –hak anak dan mengapa hak-hak anak itu harus dilindungi. Saat ini kami sedang belajar human rights, Kami belajar untuk mengidentifikasi tentang hak dan tanggung jawab kita sebagai manusia secara social dan mahluk pribadi.

Lalu ketika muridku mendefinisikan tentang Who are children dan what are the best for children?
Mereka punya definisi yang berbeda-beda. Untuk anak itu sendiri mereka mengidentifikasikan bahwa anak adalah manusia yang berumur dibawah 18 tahun. Sangat rentan secara fisik dan psikologi sehingga harus ada regulasi yang melindungi dan merawat anak-anak sehingga mereka bisa menjadi generasi yang mampu membawa dunia yang lebih baik di masa mendatang.” Kami adalah harapan di masa mendatang, Miss! so we have to deserve our rights!”.

Sofia Kartika's picture

Pertaruhan: Potret Perempuan dan Layanan Kesehatan Reproduksi

Pas saya datang, rupanya 20 menit film pertama sudah terlewat, jadi cerita tentang buruh migran perempuan di Hongkong tak terkejar. Selanjutnya, Sunat Perempuan dalam ‘Untuk Apa’ , menggambarkan multitafsir yang muncul terhadap praktek sunat perempuan, yang secara kesehatan sebenarnya tidak diijinkan, karena dikhawatirkan justru melukai alat reproduksi perempuan.

Sofia Kartika's picture

Kisah Tentang Sungai: Catatan dari tepi Sungai Surabaya

oleh : Sari Oktafiana

Episode kali ini adalah ketika saya harus menemani murid-muridku menjelajah dan menyusuri Kali Surabaya. Kali Surabaya merupakan sungai yang membelah Surabaya dari mulai perbatasan daerah Sepanjang, Sidoarjo mengalir ke Surabaya hingga ujung Surabaya perbatasan Gresik. Apa yang kami lihat, apa yang kami temui ketika menyusuri Kali Surabaya dengan speed boat yang di setting perlahan. Sebagai informasi tambahan bahwa Kali Surabaya merupakan bahan baku dan salah satu sumber bagi penyediaan air PDAM Surabaya.

Sofia Kartika's picture

Menolak Kekerasan Perempuan dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam


Semoga tidak terlalu terlambat untuk merangkum dan melakukan refleksi terkait Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan dalam Perempuan yang dimulai 25 November yang lalu. Beberapa kampanye dilakukan untuk meluaskan informasi sekaligus refleksi tentang kondisi di Indonesia. Tanggal 24 November 2008 lalu, Komnas Perempuan melakukan diskusi yang mengingatkan kita akan kerentanan kelompok perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam. Komnas Perempuan sendiri dalam paparan temuan awal ‘Meretas Jejak Kekerasan terhadap Perempuan dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam”, menyebutkan sejak tahun 2003 telah menerima pengaduan berkaitan dengan kasus SDA antara lain pencemaran Teluk Buyat ,Sulawesi Utara, kriminalisasi terhadap aktivis perempuan di Soe dan pembabatan pohon kopi di Manggarai-NTT dan yang terbaru adalah kasus Alastlogo dan Lumpur Lapindo , Sidoarjo.

Sofia Kartika's picture

Saya Hadir di Pesta Blogger2008

Informasi dan Kekuatan Komunitas ! adalah kata kunci yang saya amati di PestaBlogger 2008. Sebelumnya terimakasih kepada ndorokakung dan tim pestablogger lainnya yang bekerja keras mewujudkan blogging for society. Blogging for Society: It Works!  dengan padu padan arus informasi dan kekuatan khas komunitas , buktinya ada kambing untuk sekolah dan gerakan 1000 buku-nya bhi, pkbi-award kerjasama CahAndong dan PKBI, sekilas dari slide yang saya perhatikan komunitas Borneo di Kalimantan yang salah satu agendanya berjejaring dengan UKM, selebihnya program melek tekhnologi dilakukan berbagai komunitas di Bali, Makassar, Semarang, Surabaya dan lain sebagainya.